Jambret Sadis Dibekuk Polisi, Tak Segan-segan Lukai Korban

Pelaku sudah berulang kali menjalani hukuman dengan kasus yang sama. Bahkan, satu di antara korbannya merupkan istri dari seorang perwira polisi.

Jambret Sadis Dibekuk Polisi, Tak Segan-segan Lukai Korban
TRIBUNPONTIANAK/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kedua kaki DB (38) terpaksa dilumpuhkan oleh dengan tembakan dari Tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak karena berusaha melarikan diri saat ditangkap, Rabu (18/9). DB merupakan residivis kambuhan dengan kasus pencurian dan penjambretan. 

Jambret Sadis Dibekuk Polisi, Tak Segan-segan Lukai Korban

PONTIANAK - Kedua kaki DB (38) terpaksa dilumpuhkan oleh dengan tembakan dari Tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak karena berusaha melarikan diri saat ditangkap, Rabu (18/9). DB merupakan residivis kambuhan dengan kasus pencurian dan penjambretan.

Kanit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak IPTU Jatmiko menjelaskan, pelaku sudah berulang kali menjalani hukuman dengan kasus yang sama. Bahkan, satu di antara korbannya merupkan istri dari seorang perwira polisi.

"Pelaku merupakan residivis dan beberapa kali masuk (tahanan) dan kemudian setelah keluar juga sudah beberapa kali melakukan tindak pidana pencurian. Modusnya adalah korban dipepet pada waktu mengendarai kendaraan bermotor dipepet terus kemudian dirampas tasnya ataupun apa yang dilihatnya. Dan yang terakhir dia melakukan korbannya adalah bhayangkari yang TKP pasar Flamboyan," ujarnya kepada Tribun.

Baca: VIDEO: Polres Singkawang Gelar Press Release Penjambretan Yang Dilakukan Pasutri

Baca: Pasutri di Singkawang Sempat Lakukan Penjambretan di Tiga TKP Sebelum Ditangkap

Ia juga mengatakan, sebelum ditangkap, pelaku telah melakukan aksi jambretnya sebanyak dua kali. Pertama di jalan Setiabudi, yang kedua di pasar Flamboyan. Barang yang diamankan antara lain handphone, dompet, tas dan uang tunai.

"Pelaku kita kenakan pasal 363 junto 365 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Untuk pelaku sendiri tidak segan untuk melukai korbannya. Pelaku juga melakukan hal yang cukup sadis apabila korban melawan, dan tidak segan segan untuk ditendang ataupun ditariknya hingga jatuh," ungkapnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved