Perhotelan di Kabupaten Sintang Merugi, Dampak Kabut Asap

Akibat pembatalan penerbangan itu, banyak pula dari para pengunjung yang memilih membatalkan keberangkatan dan pembatalan reservasi.

Perhotelan di Kabupaten Sintang Merugi, Dampak Kabut Asap
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
General Manager My Home Hotel Sintang, Siko saat ditemui di Hotel My Home Sintang, Rabu (18/9/2019) 

Perhotelan di Kabupaten Sintang Merugi, Dampak Kabut Asap

SINTANG - Permasalahan kabut asap kebakaran hutan dan lahan sepertinya tidak ada habisnya. Tak terkecuali di bidang ekonomi seperti perhotelan. Seperti yang dialami Hotel My Home yang berada di Kabupaten Sintang yang juga mengalami dampak yang cukup besar.

General Manager Hotel My Home Sintang Siko menjelaskan, tingkat hunian hotel My Home di Sintang mengalami penurunan hingga 45 persen.

Hal ini diakibatkan kabut asap yang telah masuk kategori sangat tidak sehat dan jarak pandang yang sangat rendah. Sehingga berpengaruh juga pada banyaknya pembatalan penerbangan dari maskapai di Bandara Tebelian Sintang sejak beberapa hari terakhir.

Akibat pembatalan penerbangan itu, banyak pula dari para pengunjung yang memilih membatalkan keberangkatan dan pembatalan reservasi. 

Baca: Dinas Kesehatan Sintang Sediakan 4 Mobil Oksigen, Antisipasi Pengendara Sesak Nafas di Jalan

Baca: Penjaringan Bakal Cakada PDIP Sintang Ditutup, Ada Nama Jarot dan Jeffray!

"Sejak seminggu terakhir itu setiap harinya pasti ada yang membatalkan reservasi hotel. Kebanyakan memang karena mereka gagal berangkat menuju Sintang, akibat penerbangan dibatalkan," ujar Siko.

Dalam satu harinya Siko mengatakan hampir 10 reservasi yang dibatalkan oleh calon pengunjung. Tentu hal ini juga menyebabkan kerugian yang cukup besar.

"Kalau dihitung secara kasarnya, dalam satu hari dengan 10 pembatalan reservasi bisa mencapai 10 juta rupiah," jelas GM My Home itu.

Baca: Daftar Calon Bupati, Jeffray Edward Siap Bertarung di Pilkada Kabupaten Sintang 2020

Baca: Daftar Wilayah Bersiko ISPA Tertinggi di Kabupaten Sintang, Nanga Lebang Capai 137 Per Seribu Orang

Meski begitu, Siko mengatakan pihaknya tidak menarik biaya bagi pengunjung yang sudah reservasi namun membatalkan. Namun dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami tetap fleksibel terhadap pengunjung, dan memang sejauh ini 90% memilih membayar di tempat. Sehingga kami juga tidak mengenakan biaya. Namun tetap ada aturan dikenakan biaya 100% jika pembatalan itu dilakukan setelah melewati tanggal reservasi yang ditentukan," tutupnya. (Marpina Sindika Wulandari)

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontiana

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved