Pemerintah Ajak Salat Istiska Berjamaah, Ya Allah, Turunkan Hujan
Kita sudah berupaya maksimal dan terakhir kita minta pada Allah karena agama sudah mengatur itu
Surat yang dikeluarkan oleh Gubernur Kalbar dengan nomor 451/2896/Kesra-B. Di dalam surat tersebut menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalbar, untuk melaksanakan Salat Istiska di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Rabu hari ini pukul 08.00 WIB.
Forkompimda dan mengajak para elemen masyarakat melaksanakan Salat Istiska berjamaah di
"Kondisi saat ini Kalbar sedang mengalami musim kemarau yang berkepanjangan, ini salah satu ikhtiar kita, kerena agama mengajarkan itu," ucap Midji, Selasa (17/9).
Ia menjelaskan, dalam melaksanakan Salat Istiska sangat dianjurkan, karena merupakan bentuk penyerahan diri kepada Allah bagi umat Islam. Seiring dengan penyerahan diri maka umat Islam juga dapat memohon untuk segera dibebaskan dari musibah yang tengah melanda.Di sisi lain, dalam upaya penanggulangan Karhutla yang menjadi penyebab kabut asap maka perlu adanya keterlibatan semua pihak.
"Kita sudah berupaya maksimal dan terakhir kita minta pada Allah karena agama sudah mengatur itu," jelas Midji.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal untuk menunggulangi kondisi kebakaran hutan dan lahan, namun upaya yang dilakukan tidaklah memberhentikan kebakaran yang ada. Kondisi udara di Kalbar saat ini secara umumnya sedang tidak sehat dan ia berharap dengan meminta pada sang pencipta sesuai dengan tuntunan agama diharapkan turun hujan
Kebakaran dilahan gambut dijelaskannya apabila dipadamkan dengan kondisi air yang tidak maksimal maka asap akan semakin pekat. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan instruksi untuk melaksanakan salat Istiska berjamaah mengharapkan turunnya hujan.
"Selain upaya pemadaman kebakaran yang terus menerus dilakukan, berdoa adalah bagian yang sangat penting untuk bisa memohon turunnya hujan. Dari pengalaman sebelumnya yang akan bisa mengatasi kebakaran lahan dan hutan yang tidak terkendali adalah pemadaman dan turunnya hujan," pungkasnya.
Tata Cara Salat Istiska
1. Salat dua rakaat, dengan ketentuan
* Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk di antara sujud, dan sujud kedua seperti salat sunah lain.
* Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan salam.
2. Khotbah salat istisqa, yang dapat dilakukan sebelum atau setelah salat.
* Jumhur ulama berpendapat, khotbah lebih utama dilakukan seetelah salat istiska.
* Sebelum kotbah pertama, katib membaca istighfar sembilan kali.
* Sebelum khotbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali.
Sumber MUI Pusat
Prediksi BMKG Kalbar
* Hujan ringan bakal turun beberapa hari ke depan.
* Potensi hujan Kalbar diprediksi 20 September, 21 september, 22 september 2019
19 September 2019.
* Wilayah Kalbar bagian Utara mulai hujan
20 September 2019
* Diprakirakan lebih banyak wilayah Kalbar yang akan hujan (kecuali Ketapang)
21 September 2019
* Diprakirakan masih akan hujan dengan intensitas ringan
22 hingga 24 September 2019
* Diprakirakan berpotensi hujan intensitas lebat di seluruh Kalbar,
Kualitas Udara
* Analisis berdasarkan pantauan alat kualitas udara Particulate Matter (PM10) di Stasiun Klimatologi Mempawah
* 17 September 2019 pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.55 WIB secara umum berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
* Konsentrasi PM10 tertinggi sebesar 252.47 µg/m3 terjadi pada pukul 12.00 WIB, masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Sumber: BMKG Kalbar | Data: Hamdan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/salat-istisqa-yang-digelar-di-makodam-xii-tanjungpura-1.jpg)