Pegadaian Edukasi Indonesia Bersih, Ibu Negara Iriana Jokowi Ikut Ambil Bagian

Hertin menambahkan bahwa program Bersih-Bersih Pegadaian juga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat

Pegadaian Edukasi Indonesia Bersih, Ibu Negara Iriana Jokowi Ikut Ambil Bagian
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
PT Pegadaian (Persero) berkesempatan menjadi bagian dari Kunjungan Kerja kegiatan edukasi Gerakan Indonesia Bersih bersama Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Joko Widodo, yang diselenggarakan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja di kelurahan Bahagia, kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat. 

Pegadaian Edukasi Indonesia Bersih, Ibu Negara Iriana Jokowi Ikut Ambil Bagian

PONTIANAK - PT Pegadaian (Persero) berkesempatan menjadi bagian dari Kunjungan Kerja kegiatan edukasi Gerakan Indonesia Bersih bersama Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Joko Widodo, yang diselenggarakan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja di kelurahan Bahagia, kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kegiatan ini perseroan, berkesempatan memberikan edukasi terkait pengolahan sampah menjadi emas sesuai panduan CSR (Corporate Social Responsiblility) Pegadaian Bersih-Bersih, yang terdiri dari tiga program yaitu Pro Planet (bersih-bersih lingkungan), Pro Profit (bersih-bersih administrasi), dan Pro People (bersih-bersih hati).

"Program bersih-bersih Pegadaian ini telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, dimana masyarakat dapat mengubah dan mengolah sampah menjadi tabungan emas.

Hingga saat ini program tersebut sudah tersebar di 56 kota besar di seluruh Indonesia," kata Kepala Divisi Kemitraan Bina Lingkungan (KBL) Hertin Maulida di Bekasi (16/9/2019). 

Baca: Bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, Pegadaian Berikan Edukasi Indonesia Bersih di Bekasi

Baca: Lowongan Kerja BUMN Agustus Terbaru, Segera Daftar PT Pegadaian dan PT Pindad Cari Lulusan D3 dan S1

Selain memilah sampah menjadi emas, Hertin menambahkan bahwa program Bersih-Bersih Pegadaian juga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah, dan mendorong inklusi keuangan serta kesejahteraan hidup masyarakat.

Dijelaskan bahwa proses pengelolaan sampah di program tersebut sangatlah selektif, karena harus memisahkan sampah antara organik dan nonorganik.

"Dimulai dari pemilihan sampah yang diambil dari sampah rumah tangga yang berdasarkan jenis sampah seperti organik dan anorganik, sehingga sampah-sampah yang sudah dikumpulkan dapat melalui proses penyetoran, penimbangan, penghitungan, hingga tahap akhir hasil penimbangan dan konversi jumlah sampah ke dalam tabungan emas".

Baca: PT Pegadaian Gelara Kegiatan Sharing Session The Gade Smart and Try

Ibu Negara Iriana berharap, Kali Bahagia tidak lagi tertutup sampah plastik. Ia juga berharap kesadaran warga di Babelan meningkat untuk menekan sampah plastik melalui sosialisasi dari posyandu, tokoh masyarakat, dan unsur RW.

Sebagai informasi, saat ini, Indonesia merupakan penghasil sampah dengan jumlah rata-rata produksi sampah mencapai 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved