Bencana Asap Menyerang, Masyarakat Singkawang Diimbau Tak Beraktifitas di Luar Rumah

masyarakat hendaknya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti makan makanan yang bergizi, tidak merokok serta istirahat yang cukup

Bencana Asap Menyerang, Masyarakat Singkawang Diimbau Tak Beraktifitas di Luar Rumah
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
ILUSTRASI / Kabut asap pekat yang menyelimuti udara Kota Pontianak yang diambil dari kawasan Taman Digulis, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (15/9/2019) siang. Kualitas udara Kota Pontianak mencapai tahapan sangat tidak sehat pada hari ini 

Bencana Asap Menyerang, Masyarakat Singkawang Diimbau Tak Beraktifitas di Luar Rumah

SINGKAWANG - Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi masyarakat di Kota Singkawang.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau pun harus keluar rumah sebaiknya mengunakan masker untuk mengurangi dampak pencemaran udara.

"Masyarakat baiknya mengurangi aktivitas di luar rumah kalau tidak terlalu penting," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Rindar Prihartono, Minggu (15/9/2019).

Untuk melindungi masyarakat dari serangan ISPA, Dinas Kesehatan telah membagikan masker kepada pengendara yang melintas di Jalan Alianyang tepatnya di depan Kantor Dinas Kesehatan setempat. 

Baca: Buron Setahun, Menantu Dalang Pembunuhan Mertua di Ketapang Ditangkap di Singkawang

Baca: Pemkot Singkawang Liburkan Sekolah Akibat Bencana Polusi Asap

Baca: Daftar 6 Anggota DPRD Dapil Singkawang 4 yang Akan Dilantik Senin (16/9/2019)

Pembagian masker ini dikarenakan kondisi udara di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) termasuk Kota Singkawang kurang baik, kabut asap mulai tebal dan bisa menyebabkan penyakit ISPA.

Selain itu, masyarakat hendaknya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti makan makanan yang bergizi, tidak merokok serta istirahat yang cukup.

Masyarakat juga harus selalu memantau kualitas udara selama kabut asap berlangsung.

"Jika alat Indeks Standar Pengukur Udara (ISPU) yang tersebar di berbagai daerah sudah melebihi angka 100, sebaiknya jangan keluar rumah," ujarnya 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak  

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved