Peringati Hari Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Manfaat Kepesertaan Tanpa Menaikkan Iuran

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan meningkatkan manfaat yang diterima ahli waris maupun pekerjaan

Peringati Hari Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Manfaat Kepesertaan Tanpa Menaikkan Iuran
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Momen Peringatan Hari Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Manfaat Kepesertaan Tanpa Menaikkan Iuran 

Momen Peringatan Hari Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Manfaat Kepesertaan Tanpa Menaikkan Iuran

PONTIANAK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan meningkatkan manfaat yang diterima ahli waris maupun pekerjaan dalam program jaminan sosial. Peningkatan manfaat itu pada program jaminan kematian. Santunan yang diberikan awalnya Rp24 juta, diusulkan menjadi Rp52 juta. Kemudian untuk ahli waris.

Nilai manfaat yang diterima ahli waris yang sebelumnya hanya satu orang bertambah menjadi dua orang. Nilai manfaat itu berupa pemberian beasiswa bagi ahli waris.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis saat peringatan hari pelanggan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak Jalan A Yani beberapa waktu lalu menjelaskan peningkatan manfaat santunan itu diberikan tanpa menaikkan iuran kepesertaan.

“Tinggal menunggu tanda tangan presiden dan setingkat menteri pun sudah oke. Terakhir dari Menseneg dan diajukan ke presiden, sehingga harapannya bulan ini sudah selesai,” ujarnya.

Baca: Dirut BPJS Kesehatan Beberkan Fakta Penyesuaian Iuran JKN-KIS

Baca: Lebih Dari 5 Kali Rawat Inap, Mirawati Mengaku Sepenuhnya Ditanggung BPJS Kesehatan

Baca: Dr Jumhur Nilai Tunggakan BPJS Kesehatan Berkorelasi dengan Pelayanan

E Ilyas menjelaskan BPJS adalah lembaga yang bersifat nirlaba, sehingga ketika anggaran masih tersedia yang kemudian bisa diolah maka dimanfaatkan peserta jaminan sosial.

“Semoga untuk menambahkan kesejahteraan untuk seluruh peserta yang jumlahnya mendekati 52 juta orang secara nasional,” ujarnya

Ia menambahkan pihaknya terus mengimbau perusahaan untuk mengikutsertakan pekerjanya dalam pogram jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan.

“Termasuk di Kalbar, jangan sampai tidak ikut. Itu adalah pekerja, jika tidak ikut maka terjadi resiko bagi pemberi kerja,” ujarnya.

Ia mencontohkan kasus kebakaran dari pabrik gas di Sumatera Utara. Ada 30 karyawan pabrik yang menjadi korban dalam insiden itu. Dari jumlah itu hanya satu orang saja yang menjadi peserta jaminan sosial BPJS Naker.

Misalnya satu pekerja itu mendapat santunan sekitar Rp150 juta dan diberikan ke ahli waris. Jika hanya satu dari saja yang ikut, maka nilai yang sama itu mesti diberikan pemberi kerja kepada ahli waris.

"Hak pekerja sangat kuat dan dilindungi dalam UU Jaminan Sosial. Jangan sampai malah seperti itu,” ujarnya

Ia menambahkan Jika ditanggung sendiri maka berat bagi pemberi kerja. Negara sudah mengatur, maka serahkan ke BPJS Naker untuk menghimpun dari seluruh peserta, yang tidak mengalami resiko pekerjaan membantu yang mengalami resiko pekerjaan.

"Falsafahnya gotong royong," imbuhnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved