Peringatan Dini BMKG
BMKG Ungkap Penyebab Terjadi Angin Kencang di Wilayah Sulawesi Utara, BMKG Update Peringatan Dini
BMKG Ungkap Penyebab Terjadi Angin Kencang di Wilayah Sulawesi Utara, BMKG Update Peringatan Dini
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab terjadinya angin kencang di wilayah Sulawesi Utara.
Menurut Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II Sam Ratulangi Manado Carisz Kainama, dari hasil analisis, terdapat daerah tekanan rendah di timur Filipina (998 hPa) yang menyebabkan perbedaan tekanan cukup signifikan, antara pusat tekanan rendah tersebut dan wilayah Sulut.
"Sehingga menyebabkan terjadi angin kencang," ujarnya lewat keterangan singkat saat dikonfrmasi Kompas.com.
Sebagian besar wilayah di Sulut terkena dampak angin kencang, seperti Manado (seluruh wilayah), Minahasa Utara (seluruh wilayah), Kepulauan Sitaro (seluruh wilayah), Kepulauan Sangihe (seluruh wilayah), dan Kepulauan Talaud (seluruh wilayah).
Serta dapat meluas ke wilayah Bitung (seluruh wilayah), Minahasa Selatan (seluruh wilayah), dan Minahasa (bagian barat).
"Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga Kamis malam pukul 21.15 Wita. Kita sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca," tandasnya.
BMKG juga menyampaikan update peringatan dini cuaca Provinsi Sulawesi Utara tanggal 14 September 2019 pada pukul 11.30 Wita.
Peringatan dini cuaca wilayah Sulawesi Utara [14 September 2019] #BMKG
— BMKG (@infoBMKG) September 14, 2019
Selengkapnya klik tautan berikut https://t.co/4vv73XmMXK
Menurut BMKG, masih berpotensi terjadi angin kencang pada pukul 12.00 Wita di wilayah berikut:
1. Manado (seluruh wilayah)
2. Bitung (seluruh wilayah)
3. Tomohon (seluruh wilayah)
4. Minahasa Utara (seluruh wilayah)
5. Minahasa (seluruh wilayah)
6. Minahasa Selatan (seluruh wilayah)
7. Minahasa Tenggara (seluruh wilayah)
8. Bolmong (seluruh wilayah)
9. Bolmong Timur (seluruh wilayah)
10. Kep. Sitaro (seluruh wilayah)
11. Kep. Sangihe (seluruh wilayah)
12. Kep. Talaud (seluruh wilayah).
Serta dapat meluas ke wilayah-wilayah berikut ini:
1. Kotamobagu (seluruh wilayah)
2. Bolmong Utara (seluruh wilayah)
3. Bolmong Selatan (seluruh wilayah).
Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 15.00 Wita.
Tak hanya angin kencang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi dan angin kencang di Sulawesi Utara.
Peringatan dini BMKG ini disampaikan untuk dua hari, mulai Jumat 13 September hingga Sabtu 14 September 2019.
Menurut BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, ada lima wilayah berpotensi terjadi gelombang tinggi hingga 4 meter.
Daerah-daerah itu meliputi perairan Kepulauan Sitaro, Sangihe, Talaud, dan Bitung-Likupang.
Selain Sulawesei Utara, gelombang tinggi 4 meter juga berpeluang terjadi di Laut Maluku bagian utara.
Gelombang tinggi juga berpeluang terjadi di Laut Sulawesi, perairan selatan Sulut, Laut Maluku bagian selatan, namun tingginya hanya berkisar 1,25 sampai 2,5 meter.
"Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di daerah yang tercantum dalam daftar peringatan dini di atas harap mempertimbangkan kondisi tersebut," imbau Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Ricky Daniel Aror, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019) seperti dilansir Kompas.com.