Kisah Warga Samalantan, Tunggu Satu Bulan Lebih untuk Daftar Paspor

Semenjak Januari 2019, Imigrasi Klas II Singkawang telah menerapkan sistem online dalam proses pengajuan pemohon paspor dengan kuota 120 pemohon

Kisah Warga Samalantan, Tunggu Satu Bulan Lebih untuk Daftar Paspor
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Polres Singkawang bersama Saber Pungutan Liar (Pungli) melakukan monitoring ke Kantor Imigrasi Klas II, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (11/9/2019). 

Kisah Warga Samalantan, Tunggu Satu Bulan Lebih untuk Daftar Paspor

SINGKAWANG - Semenjak Januari 2019, Imigrasi Klas II Singkawang telah menerapkan sistem online dalam proses pengajuan pemohon paspor dengan kuota 120 pemohon dalam satu hari kerja.

Dengan sistem online sangat baik sekali dibanding dengan sistem manual karena sudah jelas siapa yang datang untuk membuat pasport.

Namun sistem ini bukan tanpa kendala. Keharusan akses internet yang baik diperlukan dalam menerapkan sistem ini. Pemohon paspor juga dituntut untuk melek teknologi.

Satu di antara pemohon paspor asal Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Yuliana (40) menceritakan kendala yang dialami saat membuat paspor dengan sistem online.

Sinyal yang muncul hilang menjadi masalah di daerah tempat tinggalnya. Lebih dari 10 kali hingga harus mengganti operator telepon baru berhasilendafyar online.

Baca: Diduga Ada Oknum Calo, Imigrasi Singkawang Dapat Komplain Jual Beli Nomor Antrean Paspor

Baca: Imigrasi Singkawang Cekal 30 Pemohon Diduga Untuk Kawin Pesanan

Baca: Kisah Kepala Imigrasi Singkawang Cegah Pemohon Paspor Diduga Hendak Kawin Kontrak

Terakhir Ia mencoba mendaftar pada (8/9/2019) sekitar pukul 09.00 wib dan berhasil.

Ia mendaftar pada (11/9/2019) dan mendapat nomor antrean 24 untuk penyerahan berkas ke Kantor Imigrasi pada (11/9/2019).

"Lebih dari satu bulan baru berhasil," katanya, Rabu (11/9/2019).

Lambatnya proses daftar sistem online tak menjadi masalah baginya. Justru cara ini dianggapnya efektif.

Cara online dinilainya lebih teratur dan tertib. Begitu berhasil melakukan pendaftaran, pemohon langsung mendapat nomor antrean.

"Bahkan konfirmasi kita sendiri menentukan tanggal dan hari," tuturnya.

Meski harus menunggu lebih dari satu bulan, Yuliana bersyukur bisa memperpanjang paspor untuk berobat ke Kuching, Malaysia.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved