Herzaky M Putra: Pengganti Gidot di Demokrat Masih Digodok

Sementara ini masih dalam proses penggodokan karena sedang ada agenda nasional selama tiga hari ini

Herzaky M Putra: Pengganti Gidot di Demokrat Masih Digodok
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Herzaky M Putra 

Herzaky M Putra: Pengganti Gidot di Demokrat Masih Digodok

PONTIANAK - Deputi Kogasma Partai Demokrat, Herzaky M Putra menerangkan jika pengganti Suryadman Gidot dari posisi awalnya sebagai Ketua DPD Demokrat Kalbar masih dalam pembahasan.

"Sesuai dengan ART Partai, Plt untuk Ketua DPD bakal ditunjuk dari DPP. Sementara ini masih dalam proses penggodokan karena sedang ada agenda nasional selama tiga hari ini," jelasnya, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, Penunjukan Plt ini tentunya harus berhati-hati. Publik Kalbar tentunya bakal menilai, apakah sosok Plt ini memang tepat mewakili wajah baru Demokrat di Kalbar, atau masih tersangkut atau terkait dengan kasus lama yang dialami Ketua DPD sebelumnya.

Baca: Suryadman Gidot Mengundurkan Diri dari Jabatan Bupati Bengkayang, Erma S Ranik Apresiasi

Baca: Beredar Surat Pengunduran Gidot Sebagai Bupati, Sutarmidji: Saya belum Terima Surat Pengundurannya

Herzaky M Putra pun mengungkapkan, jika asosiasi kedekatan sosok Plt dengan Ketua DPD lama bisa berdampak negatif terhadap persepsi publik kepada Partai Demokrat di Kalbar.

"Lalu, untuk internal sendiri, kita juga memperhatikan masukan dari DPD maupun berbagai DPC di Kalbar. Tentunya figur Plt ini diharapkan sosok yang kolaboratif. Dapat bekerja sama baik dengan berbagai unsur di Demokrat Kalbar," kata Herzaky M Putra.

Lebih lanjut, ia pun menerangkan sosok Plt ini harus bisa berdiri di atas seluruh elemen Partai di Kalbar. Bukan hanya mengedepankan atau berpihak pada salah satu kelompok saja.

"Ingat, Demokrat ini partai nasionalis religius. Bukan partai agama atau suku tertentu. Spirit yang dicontohkan dan ditekankan oleh Pak SBY dan Mas AHY jangan sampai melenceng di Kalbar," katanya.

Sosok Plt ini, lanjut Herzaky bisa putra daerah, bisa juga tidak.

"Kita tentu tidak ingin ada conflict of interest. Perlu dipertimbangkan adanya komitmen Plt untuk tidak ikut maju sebagai calon ketua DPD di Musda atau calon kepala daerah. Kan kalau ada keinginan maju, bisa-bisa bukannya berusaha memperbaiki organisasi ini, melainkan malah sibuk mengolah organisasi ini untuk kepentingan sendiri. Tentu ini tidak kita harapkan," katanya.

Ia berharap, kader di Kalbar tetap tenang dan tidak berspekulasi. DPP tentu berusaha memilih orang terbaik dan tepat sebagai Plt.

Karena bagaimanapun, kata dia, pemilihan Plt bakal berpengaruh terhadap kiprah Demokrat di Pilkada 2020. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved