Gubernur Apresiasi Wisata Literasi Nasional 2019, Sutarmidji Ungkap Mampu Disposisi 200 Surat Sejam

Ia mengatakan bahwa melalui wisata literasi bisa mendorong orang lain untuk gemar membaca dan membaca akan menjadi kebutuhan hidup bagi dirinya.

Gubernur Apresiasi Wisata Literasi Nasional 2019, Sutarmidji Ungkap Mampu Disposisi 200 Surat Sejam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kegiatan Wisata Literasi Nasional dan Launching 1000 Buku Karya Pelajar dan Guru-guru se-Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (7/9/2019) siang. (Tribun Pontianak/Wahidin) 

Gubernur Kalbar Apresiasi Wisata Literasi Nasional 2019, Ungkap Kebiasaannya Membaca Hingga Mampu Disposisi 200 Surat dalam Satu Jam Berkat Kemampuan Membaca Cepat dan Benar

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji secara resmi membuka acara Wisata Literasi Nasional 2019 yang diselenggarakan di Ruang Pendopo Gubernur Kalbar, sabtu (7/9/2019).

Pria yang akrab disapa Midji itu menyampaikan bahwa sejak ia menjadi Wali Kota Pontianak ia sudah menginginkan adanya wisata literasi.

Ia mengatakan bahwa melalui wisata literasi bisa mendorong orang lain untuk gemar membaca dan membaca akan menjadi kebutuhan hidup bagi dirinya.

"Saya setiap hari turun ke Kantor kalau koran belum datang saya rasanya ada yang kurang. Sehingga kalau belum datang saya suruh ajudan saya cari koran. Karena saya harus mendapatkan berita cepat. Sama juga ketika kita sudah jadikan literatur menjadi gaya hidup atau kebutuhan kita. Maka kita akan bisa menyesuaikan apapun yang dibicarakan orang lain ," ujarnya kepada awak media usai membuka acara wisata literasi nasional 2019.

Baca: Wisata Literasi Nasional 2019 Puncak Agenda di 2019, FIM Canangkan Roadshow se Kalbar

Baca: Dukung Peningkatan Minat Baca, Disdikbud Sintang Fokus Dorong Program Pojok Literasi

Ia mengatakan kebiasaan membaca dengan cara membaca yang baik dan cepat menjadi modal ketika seseorang sedang menghadapi pekerjaan yang banyak.

"Seperti saya satu jam saya pastikan saya bisa disposisi 200 surat yang masuk dan saya pastikan 99 persen benar. Cepatnya kerja otak kita tergantung bagaimana kita mengasahnya," ujarnya.

"Biasanya orang berwisata untuk membuat dirinya fresh (segar) kembali. Sedangkan literatur kapanpun dan di mana saja bisa dilakukan tanpa harus pergi jauh ," tambahnya.

Ia mengatakan program Pemprov Kalbar berkaitan dengan wisata literasi salah satunya berkaitan pula dengan indikator di desa mandiri yang juga harus ada rumah baca di setiap desa.

Baca: FOTO: Aksi Duta Baca Indonesia Najwa Shihab di Wisata Literasi Nasional 2019, Pontianak

Baca: Gubernur Kalbar Buka Wisata Literasi Nasional 2019, Sutarmidji Ajak Budayakan Membaca

"Bayangkan saja kalau 2031 desa menjadi desa mandiri pasti akan banyak taman baca di Kalbar. Kita gampang untuk meletekannya. Di desa sudah ada Balai Desa, Posyandu, Paud dan rumah baca dan literatur kita lengkapi supaya anak di desa enak membaca," jelasnya.

Terkait dengan kemajuan teknologi sekarang buku itu murah maka ada perpustakaan digital dan bisa di akses semua orang karena hak cipta sudah di bayar oleh negara.

"Kita maunya lebih banyak perpusatakaan digital, Rumah baca dan buku digital. Bukunya lebih murah lebih, lebih luas dan banyak pilihan. Saya berharap semua taman , ruang publik ada tempat baca. Jadi bagi yang sedang menunggu bisam sambil membaca," pungkasnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved