Pembakaran Hutan di Nanga Taman Masih Dalam Proses Penyelidikan

AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengtakan kebakaran di dusun seraya, Nanga Taman, mengatakan masih dalam penyelidikan pihaknya

Pembakaran Hutan di Nanga Taman Masih Dalam Proses Penyelidikan

SEKADAU - Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengtakan kebakaran di dusun seraya, Nanga Taman, mengatakan masih dalam penyelidikan pihaknya. Terlebih Karhutla memang menjadi atensi pihaknya di Sekadau.

"Ini kemungkinan akan kita lakukan sidik, sementara kasus pembakaran hutan lainnya yang sudah naik sidik ada 2," ujarnya.

Ia mengatakan tahun kemarin kasus yang berhasil diungkap oleh pihaknya terdapat satu kasus Karhutla dan mengalami peningkatan di tahun ini.

"Kalau tahun kemarin cuma satu dan tahun ini tiga, artinya penegakan hukumnya lebih tegas dan serius," katanya.

Baca: Polres Sintang Kembali Tangkap Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

Baca: Polres Sintang Amankan Tersangka Pembakaran Lahan Diperkirakan Seluas 10 Hektare

Baca: VIDEO DRONE: Proses Pembakaran Wangkang di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci

Ia menilai untuk beberapa kasus tersebut memang sifatnya perorangan, namun ia mengkhawtirkan ada hal lain di kegiatan pembakaran lahan tersebut.

"Kalau kasus ini sepertinya perorangan, melihat operasi Karhutla selelai masyarakat mulai membakar lagi, padahal aturannya tetap berlaku dan ada penindakan, intinya cari cara lain selain membakar. Takutnya tanah orang di pinjamkan ke masyarakat akhirnya dibakar kemudian setahun kemudian menjadi sawit," tuturnya.

Akibat dari pembakaran lahan tersebut mungkin saja menyembakan ada pihak lain yang dirugikan. Untuk hal tersebut kapolres menyerahkan kepada pihak yang dirugikan tersebut.

"Pidananya tetap kita tindak, kalau perdata kembali ke pemilik lahan yang mungkin dirugikan. Apakah mau diselesaikan secara kekeluargaan atau bagaimana nantinya," tuturnya.

Sementara itu Wakapolres Sekadau, Kompol Florentus Situngkir, meninjau langsung proses pemadaman di Nanga Taman tesebut. Ia mengtakan banyak kendala yang dihadapi saat melalukan pemadaman tersebut.

"Pemadaman dilakukan oleh Gabungan polri, tni dan BPBD, antisipasi kita sudah dilakukan pemadaman, kendala kelengkapan alat seadanya, sumber air juga ada tapi jauh. Pemadaman kita lakukan dari subuh hingga sore tadi, memang prosesnya cukup sulit ketika api sudah mati karena ada angin menyala lagi, sementara ini sudah padam," katanya

Sementara untuk pelaku pembakaran, pemilik lahan dan luas lahan yang terbakar diakuinya masih dalam proses penyelidikan pihaknya.

"Sementara masih Lidik pemilik, pelaku masih kita datakan dulu, lahan yang terbakar sepertinya lahan pribadi, campuran karena ada tanaman karet ada lahan kosong. Kita juga masih mencari tau titik awal terbakarnya lahan, Besok mau kita ukur lagi untuk kepastian lahan yang terbakar," katanya.

Ia mengaku sudah memberikan atensi hingga ke tingkat polsek terkait aktifitas membakar lahan ini.

"Jajaran Polsek kita sudah lakukan himbauan supaya tidak membakar lahan karena ada aturan dan kita akan tindak tegas," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved