Breaking News:

Abdul Rani Ancam Demo Bila Bupati Citra Tak Dapat Tunaikan Janji Alirkan Air Bersih

Tokoh Masyarakat Kayong Utara, Abdul Rani mengancam akan melakukan demo bersama warga apabila Bupati Citra Duani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Tokoh Masyarakat Kayong Utara, Abdul Rani 

Abdul Rani Ancam Demo Bila Bupati Citra Tak Dapat Tunaikan Janji Alirkan Air Bersih

KAYONG UTARA - Tokoh Masyarakat Kayong Utara, Abdul Rani mengancam akan melakukan demo bersama warga apabila Bupati Citra Duani tidak dapat menunaikan janjinya untuk mengalirkan air bersih di semua kecamatan.

Abdul Rani menyebut Bupati Citra pernah berjanji tidak akan mencalonkan lagi di periode berikutnya, apabila tidak dapat mengalirkan air bersih selama menjabat.

Abdul Rani mengatakan, sejak periode pertama dimekarkan dari Ketapang, masyarakat selalu dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten akan dialirkan air bersih.

Namun, kata Abdul Rani, kenyataannya hingga kini persoalan krisis air bersih belum juga terselesaikan.

Baca: Penyaluran Bantuan Air Bersih Tak Maksimal, Bupati Citra: Memang Tidak Bisa Memuaskan Semua

Baca: Pemkab Kayong Utara Buka Pendaftaran Calon Kepala Dinas

"Kalau memang tidak ada (air bersih), bisa terjadi (demo). Siap-siap saja pejabat-pejabat di Kayong ini kalau masyarakat turun. Karena kita apa pesan Pak Jokowi itu, pejabat jangan anti kritik," kata Abdul Rani di Sukadana, Selasa (3/9/2019) kemarin.

Menurut Abdul Rani, permasalahan air bersih ini sangat membebani masyarakat.

Sebab, dalam sebulan masyarakat bisa menghabiskan uang Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta, hanya untuk membeli air bersih.

"Ini bagaimana petinggi-petinggi di Kayong Utara dalam hal mengatasi kelangkaan, krisis air bersih ini lah. Kami itu ndak perlu minta gedung mewah-mewah, kalau air bersih ini mengalir, itu udah merdeka," ujar Abdul Rani.

Abdul Rani mengatakan, masyarakat sebenarnya tidak keberatan apabila harus membayar sebesar Rp 50-100 ribu per bulan, asalkan air bersih terus mengalir.

"Yang kedua itu kan merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), kenapa itu tidak digali?," imbuh Abdul Rani.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved