Michael Jeno Harap BPK Tak Hanya Audit Laporan Keuangan Tapi Kinerja

Komisi XI DPR RI tengah melakukan uji kelayakan kepada 32 calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Michael Jeno Harap BPK Tak Hanya Audit Laporan Keuangan Tapi Kinerja
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Anggota Komisi XI DPR RI, G Michael Jeno  

Michael Jeno Harap BPK Tak Hanya Audit Laporan Keuangan Tapi Kinerja

PONTIANAK - Komisi XI DPR RI tengah melakukan uji kelayakan kepada 32 calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Salah satunya adalah bagaimaana BPK tidak hanya mengaudit laporan keuangan tapi juga audit kinerja (performance audit). Audit keuangan cenderung ke arah kesesuaian terhadap standar-standar keuangan saja dan tidak bersifat preventif terhadap kebocoran-kebocoran keuangan negara,” ujar Michael Jeno, Rabu (4/9).

Ia berharap uji kelayakan ini akan menghasilkan calon yang benar-benar kredibel dan berintegritas, serta kedepannya BPK tak hanya berpatokan pada laporan keuangan saja dalam menilai institusi negara, tapi juga harus melihat capaian-capaian keberhasilan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca: Komunitas BPK Gelar Baksos Pendidikan di Desa Puguk

Michael Jeno pun menyoroti terkait sering tidak linearnya penilaian laporan keuangan sebuah institusi dengan fakta yang mengikutinya. 

“Misalnya kerap beberapa daerah atau lembaga yang mendapat predikat wajar tanpa pengecualian, pemimpinnnya malah ditangkap aparat penegak hukum Lantaran tersangkut kasus korupsi, yang menggunakan anggaran negara. Nah dengan demikian tentu kita berharap ada studi terhadap kasus-kasus seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya harus ada korelasi antara status hasil audit BPK dengan tingkat korupsi di sebuah lembaga. Ia mengatakan hal yang sering terjadi adalah suatu daerah mendapat status WTP tapi oknum kepala daerahnya kemudian terjerat korupsi. Sehingga terkadang tidak linear antara status pemeriksaan BPK dengan target pengurangan korupsi.

Ia menyebutkan total yang mencalonkan diri sebagai anggota BPK 2019-2024 berjumlah 64 orang. Namun, dua orang di antaranya telah mengundurkan diri. 

“Dari 64 orang itu kami seleksi, yang lolos 32 orang,” ungkapnya.

Baca: Michael Jeno Nilai Banyak Penyalahgunaan Fintech di Kalbar, Minta OJK Edukasi Masyarakat

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Mia Monica
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved