Michael Jeno Nilai Banyak Penyalahgunaan Fintech di Kalbar, Minta OJK Edukasi Masyarakat

Ia menilai, sejauh ini masih banyak fintech yang belum mendapatkan sertifikasi ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Michael Jeno Nilai Banyak Penyalahgunaan Fintech di Kalbar, Minta OJK Edukasi Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Anggota Komisi XI DPR RI, G Michael Jeno 

Michael Jeno Nilai Banyak Penyalahgunaan Fintech di Kalbar, Minta OJK Edukasi Masyarakat

PONTIANAK - Anggota DPR RI Komisi XI Dapil Kalbar, G Michael Jeno yang menjadi satu di antara narasumber dalam kegiatan seminar dan dialog ekonomi digital dengan tema Penjaminan Simpanan Perbankan, Tantangan dan Peluang dalam Era Ekonomi Digital di Kalimantan Barat

Dalam agenda yang digagas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, ia mengatakan saat di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat sedang menghadapi banyaknya penyalahagunaan teknologi fintech.

“Di Indonesia ada 260 juta penduduk, 183 jutanya adalah pengguna smartphone yang merupakan potensi yang luar biasa. Tapi untuk Fintech, OJK itu belum mengatur penuh, Bank Indonesia juga belum, hanya konsentrasi pada sistem pembayaran saja. Harusnya banyak terobosan dari sisi regulasi jangan sampai terjadi problem pada potensi luar biasa ini,” ungkap Jeno, Rabu (28/8/2019).

Baca: Anggota Komisi XI DPR RI Michael Jeno Harap BI dan OJK Tegas Terhadap Fintech

Baca: Viral Iklan Wanita Rela Digilir Untuk Lunasi Utang di Fintech, OJK Sebut Fintech Tersebut Illegal

Ia menilai, sejauh ini masih banyak fintech yang belum mendapatkan sertifikasi ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Karenanya, iapun meminta kepada OJK untuk mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dalam berinvestasi. 

“Makanya lagi-lagi kita meminta OJK menyampaikan terkait waspada investasi," 

Menurutnya, memang tidak gampang untuk memonitor terkait hal tersebut.

Baca: Fintech Lending Jadi Alternatif Kebutuhan Pembiayaan UMKM di Indonesia, Munawar Beri Tips Ini

Baca: Perangi Fintech Illegal, OJK Akan Blokir 683 Entitas Beroperasi Tanpa Izin Pada 2019

Apalagi sekarang banyak persoalan, banyak orang dikejar padahal pinjaman yang tidak seberapa.

"Terkait dengan data juga, pada Fintech itu data kita bisa diserap, dimanfaatkan lalu disalahgunakan oleh lebaga fintech yang tak bertanggung jawab. Jangan sampai hal-hal seperti itu menimbulkan keresahan masyarakat, sebab dalam UU ITE juga belum sepenuhnya memproteksi,” jelasnya.

Hal-hal inilah yang disampaikan ke mahasiswa agar dapat disampaikan ke masyarakat luas. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Mia Monica
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved