Lama Tak Terdengar, Kabar Sedih Datang dari Artis Kiki Farel!
Lama Tak Terdengar, Kabar Sedih Datang Dari Artis Kiki Farel. Kiki Farel yang menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Pasti Happy...
Kesempatan untuk sembuh akan semakin besar, jika kanker terdeteksi semakin dini.
Cara terbaik untuk mencegah kanker kolorektal adalah dengan melakukan screening colonoscopy ketika menginjak usia 50 tahun.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap lima tahun sekali.
Sedangkan, bagi yang berisiko tinggi bisa melakukannya mulai usia 40 tahun.
Mereka yang berisiko tinggi adalah jika ada anggota keluarganya penderita kanker.
kolorektal atau kanker lain, seperti kanker payudara atau kanker ovarium.
Makanan Pemicu Kanker Usus
Dikutip dari laman id,theasianparent.com, berikut jenis-jenis makanan pemicu kanker usus
1. Makanan asin dan diasap
Produk-produk ini biasanya mengandung bahan pengawet, seperti nitrat untuk memperpanjang umur penyimpanan.
Tentu, zat aditif yang digunakan dalam makanan olahan ini akan dapat menumpuk di tubuh seiring berjalannya waktu.
Pada akhirnya, racun seperti itu bisa menyebabkan kerusakan pada tingkat sel dan menyebabkan penyakit seperti kanker, khususnya di usus.
Selain makanan asin, makanan yang diasap pun memiliki bahaya yang sama.
Rupanya ketika makanan asap dimasak pada suhu tinggi, nitrat dalam makanan tersebut diubah menjadi nitrit yang jauh lebih berbahaya.
2. Soda dan minuman berkarbonasi
Selain makanan, minuman seperti soda maupun minuman berkarbonasi lain sebaiknya juga dihindari.
Minuman ini mengandung sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), pewarna, dan sejumlah bahan kimia lainnya.
3. Tepung putih
Saat tepung disaring, semua nilai nutrisi bisa hilang karena prosesnya.
Kemudian, bahan pangan satu ini diputihkan dengan gas klor untuk membuatnya lebih menarik bagi konsumen.
Indeks glikemik untuk tepung putih sangat tinggi, artinya bisa meningkatkan kadar insulin tanpa menyediakan asupan zat gizi.
Pada prosesnya, asupan karbohidrat dikonversi menjadi gula oleh tubuh sehingga produk berlebihan yang mengandung tepung putih dapat menyebabkan peningkatan resistensi insulin.
4. Genetically Modified Foods (GMOs)
Beberapa jenis makanan diketahui dikembangkan secara modifikasi genetik yang rupanya bisa membahayakan.
Produk transgenik ini memiliki potensi untuk membahayakan, hingga kanker walau pengujian belum benar-benar memadai.
5. Daging merah
Selain diketahui tidak ramah bagi penderita kolesterol tinggi, rupanya mengonsumsi daging merah pun bisa membahaykan kesehatan.
Memanggang daging merah dapat meningkatkan risiko kanker usus besar bahkan lebih.
Ketika daging merah dipanggang pada suhu tinggi, bahan kimia yang disebut Heterocyclic amine (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs) bisa dilepaskan.
Ketika diamati selama percobaan laboratorium, HCA dan PAH telah ditemukan menyebabkan perubahan DNA yang dapat meningkatkan risiko kanker.
6. Makanan kalengan
Produk dalam kalengan diketahui menjadi salah satu makanan penyebab kanker usus lainnya.
Sebagian besar kaleng dilapisi dengan produk yang disebut bisphenol-A (BPA) yang telah terbukti secara genetik bisa mengubah sel-sel otak tikus.
Selain makanan kaleng, beberapa bahan kemasan lainnya seperti plastik, kertas termal, saluran air, dan banyak komposit gigi juga mengandung BPA.
7. Gula rafinasi
Makanan penyebab kanker usus lain terbesar yang tak disadari ialah gula rafinasi.
Beberapa jenis gula seperti sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) dan gula halus lainnya diketahui berkaitan erat dengan kanker usus.
Gula halus dan beragam makanan dari sumber gula merupakan pangan yang menjadi sumber lonjakan insulin utama dan memberi makan pertumbuhan sel kanker. (TRIBUNSUMSEL/BANJARMASINPOST)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lama-tak-terdengar-kabar-sedih-datang-dari-artis-kiki-farel.jpg)