Lama Tak Terdengar, Kabar Sedih Datang dari Artis Kiki Farel!
Lama Tak Terdengar, Kabar Sedih Datang Dari Artis Kiki Farel. Kiki Farel yang menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Pasti Happy...
Lama Tak Terdengar, Kabar Sedih Datang Dari Artis Kiki Farel!
Kiki Farel yang menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Pasti Happy, Kamis (5/9/2019) tak kuasa menahan tangis.
Menurut Kiki Farel, sebelumnya sang ibu yang akrab disapa Mama Dahlia telah dalam kondisi membaik, bahkan sudah jalan-jalan hingga umroh.
"Pernah kemo 2017 itu aku ngga ngerti katanya kalau kurang dari, selesai udah jalan-jalan pegi umroh,"
Sayangnya menurut Kiki Farel, kambuhnya penyakit Mama Dahlia begitu mengejutkan keluarga.
Hal itu terjadi saat Kiki Farel dan keluarga tengah jalan-jalan ke Bali.
"Pas di bali mama sakit terus tiap hari, trus dipikir sakit biasa..
Dibawa ke dokter dikasih obat biasa dulu tapi ga sembuh-sembuh, di cek darah jauh dari angka 5 nya itu, udah ada posisi bawah di tempat yang sama,"
Tim Pagi Pagi Pasti Happy pun menghubungi Mama Dahlia melalui sambungan telepon.
"Alhamdulillah mas uya, di rumah," ujar Mama Dahlia ditanya tentang kondisinya.
"Iya (sudah kemoterapi) lagi, ini yang pertama, yang dirasain ngga ada, baru ngejalanin kemoterapi,", tambahnya.
Kiki Farel yang berbicara dengan sang bunda mengaku tak menyangka kalau penyakit yang sempat diderita dua tahun lalu kembali menyerang sang ibu.
Tak kuasa Kiki Farel menahan air mata, ia hanya mampu menunduk sambil menjawab dengan terbata.
"Perasaan kalau dibilang perasaanya gimana, udah sakit dua tahun lalu terus sakit lagi, kaget kenapa terulang lagi,
Udah ga bisa ngomong apa-apalagi karena,".
"Mama itu orangnya kuat banget, operasinya itu harusnya akhir agustus, pas dia nganterin ke ruang operasi dia lihat kami pada nangis dial bilang 'tuh kan nangis, tuh kan nangis, ngga usah nganterin deh kalau mau nangis',".
Mama Dahlia, ibu Kiki Farel yang masih tersambung lewat telepon memberi pesang agar sang anak sehat dan tegar dalam menghadapi cobaan ini.
"Terimakasih buat kiki semoga sehat terus, rezekinya lancar buat biayain mama, semoga penyakit saya diangkat oleh Allah SWT,
Pesan mama, terus semangat terus, walau harus dikasih ujian harus sabar dan ikhlas, mudah-mudahan Allah angkat semua penyakit mama," kata Mama Dahlia.
Tak lagi bisa membendung kesedihan kala mendengar pernyataan Mama Dahlia.
Kiki Farel tak kuasa menangis dan cuma bisa menunduk menangis.
"Engga apa-apa, mama kuat banget orangnya, dia yang sakit, dia yang nyemangatin kita,
ini yang kedua kali, kok bisa ada orang yang sakit malah neguatin kita, semoga ini jadi yang terakhir operasai mama, yang ini dua hari non stop jalani operasi," ungkapnya.
Kanker Usus Bisa Disembuhkan Asalkan...
Mengutip berita kompas.com yang tayang 22 Juni 2015 silam, data penilitian Parkway Cancer Center menyatakan, bahwa kanker telah menjadi penyebab utama kematian manusia dengan presentase paling besar, yaitu sebesar 30% dibanding penyakit lainnya.
Namun, pada dasarnya kanker dapat disembuhkan apabila diketahui lebih cepat dan dengan penanganan yang tepat.
Salah satu kanker yang paling sering terjadi adalah kanker kolorektal atau kanker usus besar.
Bukan hanya di Negara barat, tapi juga banyak menyerang Indonesia dan Singapura.
Angka meningkat 15%-33% pada kanker kolorektal.
Kanker kolorektal disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya genetic, obesitas, gaya hidup tak sehat seperti konsumsi makanan berpengawet, jarang mengonsumsi serat, dan merokok.
Sebenarnya, siapapun berisiko terkena kanker kolorektal.
Namun, risiko kanker usus besar atau kolorektal meningkat pesat pada usia 50-55 tahun.
Risiko menjadi dua kali lipat pada tiap dekade hingga puncaknya pada usia 75 tahun.
Namun, bukan berarti kanker kolorektal tak bisa terjadi pada usia yang lebih muda.
Kabar baiknya, kanker kolorektal bisa disembuhkan jika dideteksi sejak awal.
Memang pada stadium awal, kanker umumnya sulit dikenali, karena tidak menunjukkan gejala apapun.
Namun, jika Anda sering mengalami berbagai gangguan pencernaan dan beberapa gejala kanker sus besar, ada baiknya segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lengkap.
Berikut beberapa gejala umum kanker kolorektal atau kanker usus besar:
- Perubahan kebiasaan buang air besar
- Anemia tanpa sebab yang jelas
- Perut selalu terasa tidak enak
- Adanya perdarahan saat buang air besar
“Jika dokter mendiagnosa adanya kanker usus besar, jangan panik. Kanker usus besar bukan diagnosa mematikan.
Dengarkan pendapat dan saran dokter Anda, kemudian temui spesialis bedah usus,” ujar dr. Teoh Tiong Ann, Colorectal Surgeon & General Surgeon Mount Elizabeth saat ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta.
Menurut dr. Teoh, pengobatan kanker kolorektal bisa dilakukan dengan operasi, kemoterapi dan radioterapi.
Kesempatan untuk sembuh akan semakin besar, jika kanker terdeteksi semakin dini.
Cara terbaik untuk mencegah kanker kolorektal adalah dengan melakukan screening colonoscopy ketika menginjak usia 50 tahun.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap lima tahun sekali.
Sedangkan, bagi yang berisiko tinggi bisa melakukannya mulai usia 40 tahun.
Mereka yang berisiko tinggi adalah jika ada anggota keluarganya penderita kanker.
kolorektal atau kanker lain, seperti kanker payudara atau kanker ovarium.
Makanan Pemicu Kanker Usus
Dikutip dari laman id,theasianparent.com, berikut jenis-jenis makanan pemicu kanker usus
1. Makanan asin dan diasap
Produk-produk ini biasanya mengandung bahan pengawet, seperti nitrat untuk memperpanjang umur penyimpanan.
Tentu, zat aditif yang digunakan dalam makanan olahan ini akan dapat menumpuk di tubuh seiring berjalannya waktu.
Pada akhirnya, racun seperti itu bisa menyebabkan kerusakan pada tingkat sel dan menyebabkan penyakit seperti kanker, khususnya di usus.
Selain makanan asin, makanan yang diasap pun memiliki bahaya yang sama.
Rupanya ketika makanan asap dimasak pada suhu tinggi, nitrat dalam makanan tersebut diubah menjadi nitrit yang jauh lebih berbahaya.
2. Soda dan minuman berkarbonasi
Selain makanan, minuman seperti soda maupun minuman berkarbonasi lain sebaiknya juga dihindari.
Minuman ini mengandung sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), pewarna, dan sejumlah bahan kimia lainnya.
3. Tepung putih
Saat tepung disaring, semua nilai nutrisi bisa hilang karena prosesnya.
Kemudian, bahan pangan satu ini diputihkan dengan gas klor untuk membuatnya lebih menarik bagi konsumen.
Indeks glikemik untuk tepung putih sangat tinggi, artinya bisa meningkatkan kadar insulin tanpa menyediakan asupan zat gizi.
Pada prosesnya, asupan karbohidrat dikonversi menjadi gula oleh tubuh sehingga produk berlebihan yang mengandung tepung putih dapat menyebabkan peningkatan resistensi insulin.
4. Genetically Modified Foods (GMOs)
Beberapa jenis makanan diketahui dikembangkan secara modifikasi genetik yang rupanya bisa membahayakan.
Produk transgenik ini memiliki potensi untuk membahayakan, hingga kanker walau pengujian belum benar-benar memadai.
5. Daging merah
Selain diketahui tidak ramah bagi penderita kolesterol tinggi, rupanya mengonsumsi daging merah pun bisa membahaykan kesehatan.
Memanggang daging merah dapat meningkatkan risiko kanker usus besar bahkan lebih.
Ketika daging merah dipanggang pada suhu tinggi, bahan kimia yang disebut Heterocyclic amine (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs) bisa dilepaskan.
Ketika diamati selama percobaan laboratorium, HCA dan PAH telah ditemukan menyebabkan perubahan DNA yang dapat meningkatkan risiko kanker.
6. Makanan kalengan
Produk dalam kalengan diketahui menjadi salah satu makanan penyebab kanker usus lainnya.
Sebagian besar kaleng dilapisi dengan produk yang disebut bisphenol-A (BPA) yang telah terbukti secara genetik bisa mengubah sel-sel otak tikus.
Selain makanan kaleng, beberapa bahan kemasan lainnya seperti plastik, kertas termal, saluran air, dan banyak komposit gigi juga mengandung BPA.
7. Gula rafinasi
Makanan penyebab kanker usus lain terbesar yang tak disadari ialah gula rafinasi.
Beberapa jenis gula seperti sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) dan gula halus lainnya diketahui berkaitan erat dengan kanker usus.
Gula halus dan beragam makanan dari sumber gula merupakan pangan yang menjadi sumber lonjakan insulin utama dan memberi makan pertumbuhan sel kanker. (TRIBUNSUMSEL/BANJARMASINPOST)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lama-tak-terdengar-kabar-sedih-datang-dari-artis-kiki-farel.jpg)