Pengamat Ekonomi Minta Pemkot Konsisten dengan Kebijakan Non Tunai Pembelian BBM

Namun mau tidak mau masyarakat harus diedukasi sedikit demi sedikit sampai hal itu menjadi budaya atau gaya hidup.

Pengamat Ekonomi Minta Pemkot Konsisten dengan Kebijakan Non Tunai Pembelian BBM
TRIBUNFILE/IST
Ali Nasrun, Pengamat Ekonomi Minta Pemkot Konsisten dengan Kebijakan Non Tunai Pembelian BBM. 

Pengamat Ekonomi Minta Pemkot Konsisten dengan Kebijakan Non Tunai Pembelian BBM

PONTIANAK - Pengamat Ekonomi Untan, Ali Nasrun, menillai butuh sosialisasi dalam waktu yang lama untuk penerapan sistem non tunai beli BBM.

"Saya kira kalau penerapan secara sporadis total untuk pembelian BBM non tunai memang sulit. Ini perlu sosialisasi dan pencobaan yang lama," kata Ali Nasrun, Rabu (4/9/2019).

Melihat skema yang dibuat untuk tahap I di bulan September 2019 berlaku setiap hari Minggu dan bulan depannya Minggu dan Selasa serta awal tahun depan maunya seluruh menggunakan non tunai, menurut Ali Nasrun, sangat sulit.

Namun mau tidak mau masyarakat harus diedukasi sedikit demi sedikit sampai hal itu menjadi budaya atau gaya hidup.

"Kita menuju kesana, lihat saja yang terjadi buktinya negara negara maju sudah menerapkannya. Bahkan, Jawa sudah banyak namun tentunya untuk hal tertentu. Saya kira kalau langsung ditutup, rencana non tunai seperti yang telah dibuat skema hingga penerapan total sangat disayangkan. Artinya kita tidak maju-maju," kata Ali Nasrun.

Baca: Wali Kota Edi Kamtono Pastikan Sistem Beli BBM di SPBU Normal! Ungkap Kendala Uji Coba Non Tunai

Baca: Menteri LHK Sebut Penyerahan Sertifikat Tora di Pontianak Pertama di Indonesia

Menurut Ali Nasrun, permasalahan yang dihadapi tersebut tidak bisa mendadak, karena kalau mendadak pasti panik seperti yang terjadi.

"E-money aja masih belum punya atau banyak belum paham, apalagi kalau total. Sebaiknya menurut saya melalui proses, ia. Pembelajaran itu memang tidak mudah tapi kalau tidak di lakukan kapan mau maju,"

"Kalau saya melihat terlalu drastis, dimulai setiap hari Minggu dan Desember atau awal tahun depan lalu diterapkan total non tunai pasti mabuk kalau seperti itu," jelas Ali Nasrun.

Seperti diketahui, program non tunai sebenarnya sudah cukup lama di Pontianak, tapi tidak konsisten.

Untuk itu, kata Ali Nasrun, lain kali kebijakan yang dibuat perintah tidak diperhatikan masyarakat lagi kalau wali kota mencabut kebijakan.

"Menurut saya konsisten saja kalau untuk hari Minggu mungkin dua sampai tiga bulan bahkan lebih diterapkan terus. Bukan hanya untuk satu bulan saja ujicoba hari Minggu-nya," kata Ali Nasrun.

"Saya kira proses pembelajaran itu yang harus dilakukan. Kalau langsung dicabut saya tidak setuju juga. Nanti yang sudah terlanjur punya kartu kecewa karna sudah dicabut. Jadi jangan dicabut, siapa yang mau bayar kartu silakan masih berlaku kartunya. Mungkin yang hari Minggu itu jangan ditambah dulu, biarkan hari Minggu saja beberapa bulan," kata Ali Nasrun. (*)

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved