Lumano: Masih ada 97 Titik Panas di Kalbar

Sejauh ini ia katakan upaya penanggulangan yang dilakukan untuk mengatasi Karhutla di Kalbar masih terus di lakukan.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama Wakil Gubernur Kalbar usai Rapat Pelaksanaan Evaluasi Karhutla di Kalimantan Barat bertempat di Ruang Rapat BPBD Provinsi Kalbar, Jumat (30/8/2019). 

Lumano : Masih ada 97 Titik Panas di Kalbar

PONTIANAK - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, Lumano mengatakan kondisi sampai hari ini di Kalbar masih terdapat 97 titik panas.

Ia mengatakan yang paling banyak titik panas di Ketapang sebanyak 76 titik api, Melawi 9 titik api, Kayong utara 5 titik api, Sintang 3 titik api, Landak 3 titik api, Sekadau 1 titik api dan didaerah lainnya tidak ada.

Sejauh ini ia katakan upaya penanggulangan yang dilakukan untuk mengatasi Karhutla di Kalbar masih terus di lakukan.

"Malau di Ketapang dan Kayong ada 4 Heli. 3 Heli dari BNPB , dan 1 dari KLHK.
Di Ketapang masih banyak titik panas faktornya karena hujan belum merata. Kalau di daerah lain hujan sudah merata," ujarnya usai menghadiri Rapat Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Kantor BPBD Kalbar, jumat (30/8/2019).

Sejauh ini luas lahan yang terbakar sampai saat ini 3615 Hektare dan data tersebut diperoleh dari data yang ada di lapangan.

Banyaknya lahan yang terbakar di Kalbar tidak hanya lahan gambut semua, tapi ada juga lahan mineral.

Baca: Amrin Ajak Semua Pihak Berperan Tingkatkan Semangat Kerja Mencegah Karhutla

Baca: Kalbar Peringkat ke 7 Lahan Terluas Terbakar Karena Karhutla Tahun Ini

"Sumber ini pasti update karena dari KLHK dan lahan gambut yang terbakar 1291 H sisa lahan mineral. Paling luas daerah terbakar di Ketapang sampai saat ini," ujarnya.

Sejauh ini tetap kita lakukan kordinasi dsn selalu melaksanakn briffing pagi untuk finnaslisasi kegiatan yh diselenggarskan hari ini dsn evaluasi kegiatan harian .

Program satgas berjumlah 1512 petugas terbagi di 100 desa dan kelurahan di semua kabupaten kota yang tinggal dirumah warga sampai saat ini masih berjalan .

Terkait evaluasi hari ini BNPB sifatnya hanya sebagai pendamping.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved