Bank Indonesia Sempurnakan Sistem Kliring, Kini Makin Cepat dan Murah

Menurutnya kebijakan bertujuan meningkatkan efisiensi transfer dana dan mendorong penggunaan transaksi non tunai oleh masyarakat (ekonomi inklusif)

Bank Indonesia Sempurnakan Sistem Kliring, Kini Makin Cepat dan Murah
TRIBUN/FILE
Ketua Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Kapsulani, didampingi Manajer Operasional Sistem Pembayaran, Neng Sri Banonjaya memberikan penjelasan terkait penyempurnaan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia. 

Bank Indonesia Sempurnakan Sistem Kliring, Kini Makin Cepat dan Murah

PONTIANAK - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan Sosialiasi “Penyempurnaan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 21/8/PBI/2019, tentang perubahan PBI No.17/9/PBI/2015 yang mulai berlaku tanggal 1 September 2019 kepada seluruh Perbankan di wilayah Koordinator Pertukaran Warkat Debet se-Kalimantan Barat.

Kegiatan ini bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 15 Agustus 2019.

Baca: Menteri LHK Bersama Gubernur Kalbar Tinjau Lokasi Untuk Penyerahan TORA di Kalbar Oleh Presiden RI

Baca: Ambisi Striker Persipon Raih Gelar Juara Liga 3 Kalbar

Ketua Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Kapsulani, yang didampingi Manajer Operasional Sistem Pembayaran, Neng Sri Banonjaya, mengatakan, satu di antara langkah Bank Indonesia dalam merespons perkembangan digitalisasi yang mengubah lanskap risiko secara sifnifikan, agar efektivitas pengendalian moneter, stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran berjalan dengan baik.

"Maka dilakukan penyempurnaan SKNBI tersebut, dalam suatu PBI yang tekhnis perubahannya diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 21/12/PADG/2019," jelas Kapsulani.

Menurutnya kebijakan ini bertujuan meningkatkan efisiensi transfer dana dan mendorong penggunaan transaksi non tunai oleh masyarakat (ekonomi inklusif), tercermin dari beberapa perubahan sebagai berikut :

1. Layanan transfer dana lebih cepat, aman dan murah.

a. Biaya transfer dana antar bank (peserta SKNBI) menjadi Rp 600, semula sebesar Rp1.000, selanjutnya biaya transfer bank ke nasabah menjadi Rp 3.500 setiap transaksi, sebelumnya sebesar Rp5.000.

b. Waktu setelmen menjadi 9 kali per hari (pukul; 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 dan 16.45 WIB) sebelumnya hanya 5 kali.

c. Penerusan perintah transfer dana dari nasabah pengirim paling lama 1 jam, sejak dilakukan akseptasi perintah transfer dana. Selanjutnya dana kepada penerima paling lama 1 jam sejak setelmen di Bank Indonesia (sebelumya 2 jam).

2. Mengakomodir kebutuhan individu maupun korporasi, yaitu semula Layanan Transfer Dana dan Layanan Pembayaran Reguler sebesar Rp500 juta menjadi Rp 1 miliar.

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) adalah infrastruktur yang digunakan oleh Bank Indonesia dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal untuk memproses data keuangan elektronik (DKE) pada Layanan Transfer Dana, Layanan Kliring Warkat Debit, Layanan Pembayaran Reguler, dan Layanan Penagihan Reguler.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved