Citizen Reporter

Sikapi Kebakaran Lahan, Bupati Paolus Hadi: Jangan Sampai Para Peladang Dikambinghitamkan

Ia juga menambahkan, masyarakat tidak akan berladang lagi secara tradisional jika tanah yang mereka miliki bisa dijadikan sawah.

Sikapi Kebakaran Lahan, Bupati Paolus Hadi: Jangan Sampai Para Peladang Dikambinghitamkan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat membuka kegiatan Musyawarah Masyarakat Adat Wilayah Kalimantan Barat III tahun 2019 di Wisma Tabor, Kecamatan Parindu, Kabupten Sanggau, Jumat (30/8/2019). 

Sikapi Kebakaran Lahan, Bupati Paolus Hadi: Jangan Sampai Para Peladang Dikambinghitamkan

Citizen Reporter
Christ TCG
Humas Setda Sanggau

SANGGAU - Bupati Sanggau, Paolus Hadi menjelaskan bahwa berladang itu adalah kegiatan yang juga kearifan lokal masyarakat, d imana masyarakat yang berladang tujuannya untuk bertahan hidup.

Sesuai dengan kondisi saat ini, masih ada masyarakat harus membakar lahan untuk berladang, sementara dampak dari bakar lahan tersebut mengakibatkan kabut asap.

"Berapa peladang di Sanggau?. Tapi kalau sumber asap Sanggau pemecah rekor," ujarnya saat sebelum membuka kegiatan Musyawarah Masyarakat Adat Wilayah Kalimantan Barat III tahun 2019 di Wisma Tabor, Kecamatan Parindu, Kabupten Sanggau, Jumat (30/8/2019).

"Yang harus kita pahami dan sepakati disini, bagaimana membedakan masyarakat yang berladang untuk hidup, dengan masyarakat yang oknum yang memanfaatkan bakar ladang untuk kepentingan bisnis, sementara oknum tersebut tergolong masyarakat yang ekonominya mapan. Ini yang harus jadi perhatian kita, Jangan sampai masyarakat yang berladang untuk bertahan hidup dikambinghitamkan, seolah-olah masyarakat sumber penghasil asap terbesar, " katanya lagi menambahkan. 

Baca: Paolus Hadi: Saya Harap Jemaah Haji Menjadi Yang Pertama Mengaungkan Kebersamaan

Baca: Bupati Paolus Hadi Serahkan Mahasiswa Asal Sanggau ke Kampus Unitri Malang, Sampaikan Pesan Ini

Dengan kondisi seperti ini, Bupati mengaku sempat dilema.

Karena di satu sisi ia berada dalam posisi Pemerintah yang harus mengikuti aturan yang mendesak penghentian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun disisi lain dirinya juga sebagai masyarakat adat yang memahami persoalan masyarakat yang berladang dengan membakar lahan untuk bertahan hidup.

"Pesan saya teruslah berladang, karena berladang dilindungi oleh undang-undang, termasuk peladangnya. Hanya saja yang harus ditindak tegas adalah oknum atau kelompok yang memanfaatkan dan mengatasnamakan peladang dan masyarakat adat," tegas Ketua Dewan AMAN Wilayah Kalimantan Barat itu. 

Pada diskusi yang menghadirkan masyarakat adat se-Kalimantan Barat ini, Bupati berharap ada solusi untuk masyarakat yang masih berladang dengan membakar lahan.

Baca: Bupati Sanggau Paolus Hadi Jadi Ispektur Upacara Hut RI Ke 74

Baca: Bupati Sanggau Paolus Hadi Serahkan Santunan Baznas Kepada 131 Mustahiq

Bagaimana masyarakat tetap berladang tapi tidak harus bakar lahan, dan ini harus ada solusi kedepannya agar masyarakat adat tetap bisa bertahan hidup.

Ia juga menambahkan, masyarakat tidak akan berladang lagi secara tradisional jika tanah yang mereka miliki bisa dijadikan sawah.

"Mengapa mereka bakar ladang? Ya kita juga harus paham sejarahnya. Moment ini tantangan untuk kita bahas, dan sementara kita harus hilangkan ego kita. Sebenarnya masyarakat bukan membakar hutan, tapi membuka ladang yang wilayahnya sudah dialokasikan melalui musyawarah adat. Dan ada juga yang mau berladang tapi tidak bisa karena daerah ditetapkan sebagai kawasan hutan yang dilindungi dan akhirnya mereka harus bersawah. Contohnya di Balai Batang Tarang tidak banyak lagi yang berladang karena disana banyak sawah," ujarnya.

Baca: Bupati Paolus Hadi Lepas Pawai Takbir Berbusana Muslimah

Baca: Megawati Akan Beri Kejutan di Kongres V PDIP, Paolus Hadi: Tetap Ibu Mega

Pria yang kerap disapa PH ini juga mengingatkan bahwa kegiatan musyawarah yang digelar oleh Perkumpulan Pancur Kasih ini jangan sampai hanya sebatas seremonial saja, yang terpenting ada aksi nyata, apa yang dimusyawarahkan dan dilakukan bisa berdampak baik untuk kesejahteraan masyarakat. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved