Citizen Reporter

Musyawarah Masyarakat Adat Wilayah Kalbar III, Bupati Sanggau: Masyarakat Adat Harus Berdaulat

Direktur Institut Dayakologi, Krissusandi Gunui menyampaikan bahwa sebagai lembaga yang mewadahi harus memiliki sikap yang sigap dan respon.

Musyawarah Masyarakat Adat Wilayah Kalbar III, Bupati Sanggau: Masyarakat Adat Harus Berdaulat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat memukul gong tanda dibukanya Musyawarah Masyarakat Adat wilayah III Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Kalimantan Barat di Wisma Tabor Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Jumat (30/8/2019). 

“Sehingga hal tersebut menjadi tantangan besar kita bersama, yang mana para generasi muda kita banyak yang tidak memahami dengan adat istiadatnya. Menyikapi hal tersebut maka peran kita sebagai orang tua untuk bisa mengimbagi dengan perkembangan zaman sekarang di era digitasl ini. Dan para generasi kita tidak melupakan atas kearifan lokal dan adat istiadatnya,”terangnya.

Baca: Staf Ahli Bupati Sintang Buka Seminar Peran Masyarakat Adat

Baca: Ada 300 Konflik Agraria, Pemerintah Harusnya Prioritaskan RUU Masyarakat Adat

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sanggau Paolus Hadi mengucapkan selamat datang di Kabupaten Sanggau kepada para peserta dari Kabupaten se-Kalbar dalam rangka mengikuti kegiatan musyawarah masyarakat adat.

“Kita selaku masyarakat adat harus berdaulat dan berharap bagaimana kedepan masyarakat adat khususnya di Kalbar ini mampu bersaing hingga ditingkat Nasional,” harapnya.

Dari Pemerintahan, lanjutnya, selalu menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian terkait pembakaran lahan dan hutan yang ada di Kabupaten Sanggau.

“Saya penasaran khususnya Kabupaten Sanggau ini berapa banyak masyarakat kita yang berladang. Sehingga saya rasa perlu para Kades agar kedepan mempunyai database terkait masyarakat yang masih berladang,” ujarnya.

Bupati juga berharap dalam musyawarah tersebut dijalankan secara demokrastis, untuk kepentingan bersama.

“Adapun yang menjadi tantangan kita kedepan, yakni bagaimana masyarakat dapat memikirkan cara berladang dengan tidak membakar ladang, akan tetapi tidak mengurangi dari kualitas dan hasil berladang tersebut,” pungkasnya. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved