Citizen Reporter

Dinas Perkebunan dan Peternakan Sanggau Gelar Kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Rabies

Menurut Kadis Disbunak Kabupaten Sanggau, Syafriansyah, hal ini selaras dengan target yang telah ditetapkan oleh OIE, WHO dan FAO pada tahun 2015.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Sanggau Gelar Kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Rabies
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau menggelar kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit rabies di Ruang Rapat Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Jumat (30/8/2019). 

Disbunak Sanggau Gelar Kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Rabies

Citizen Reporter
Abang Alfian
Staf Diskominfo Sanggau, 

SANGGAU - Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau menggekar kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit rabies di Ruang Rapat Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Jumat (30/8/2019).

Rapat dipimpin Kadis Disbunak Syafriansyah dan dihadiri undangan lainya.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan tersebut yaitu melakukan antisipasi pencegahan rabies di Kabupaten Sanggau, demi menurunkan penularan rabies kepada manusia serta cara penanganan bila mana terkana rabies pada manusia.

Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem syaraf pusat.

Baca: Musyawarah Masyarakat Adat Wilayah Kalbar III, Bupati Sanggau: Masyarakat Adat Harus Berdaulat

Baca: Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI, Polres Sanggau Gelar Doa Bersama

Semua hewan mamalia berdarah panas seperti anjing, kucing, kera, monyet dan lainnya.

Hewan ternak seperti sapi dan kambing dapat juga tertular rabies namun tidak dapat menularkan ke hewan lainnya.

Mengingat bahayanya penyakit Rabies yang dapat menular ke manusia, Kementan menargetkan Indonesia bebas Rabies pada tahun 2030.

Menurut Kadis Disbunak Kabupaten Sanggau, Syafriansyah, hal ini selaras dengan target yang telah ditetapkan oleh OIE, WHO dan FAO pada tahun 2015.

Baca: Pj Sekda Sanggau Jelaskan Terkait Wacana Program E-Office

Baca: PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau Harus Ada Pengawasan, Seleksi Dewas Digelar

Kebijakan lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah dalam program pengendalian dan pemberantasan, antara lain, vaksinasi di wilayah endemis ataupun wilayah bebas yang terancam.

"Surveilans, pengawasan lalu lintas HPR, manajemen populasi HPR serta bekerjasama dengan pihak kesehatan dalam rangka penanganan kasus gigitan yang terjadi, " ujarnya 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update  

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved