Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Sumur Pantek di Ketapang Segera Naik Tahap Satu

"Penghitungan kerugian negara dari BPKP juga sudah keluar, kerugian negaranya sekitar Rp 1,5 Miliar," ungkapnya, Kamis (29/08/2019).

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Sumur Pantek di Ketapang Segera Naik Tahap Satu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat bersama jajaran saat diwawancarai awak media. 

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Sumur Pantek di Ketapang Segera Naik Tahap Satu

KETAPANG - Kasus dugaan korupsi pembangunan Sumur Pantek oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2015 kini kembali bergulir.

Selain adanya kerugian negara yang mencapai Rp 1,5 Miliar, saat ini Polres Ketapang juga sudah menaikkan status kasus tersebut menjadi LP sejak bulan Mei 2019 lalu.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengatakan kalau saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan terkait proses hukum kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek.

"Penghitungan kerugian negara dari BPKP juga sudah keluar, kerugian negaranya sekitar Rp 1,5 Miliar," ungkapnya, Kamis (29/08/2019).

Baca: Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Sumur Pantek Akan Kembalikan Kerugian Negara

Baca: Hasil Audit Investigasi BPKP Temukan Kerugian Uang Negara Rp 1,5 Miliar di Proyek Sumur Pantek

Baca: Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Pemulihan Sambas Tetap Jadwalkan Ibadah Seperti Biasa

Menurut Eko, saat ini kasus tersebut sudah masuk Laporan Polisi (LP) tertanggal 28 mei 2019, yang mana untuk kerugian negara yang ada sampai batas waktu ketentuan pengembalian kerugian negara selama 60 hari, pihak terkait dalam kasus ini tidak dapat memenuhi pengembalian kerugian negara tersebut.

"Batas waktu pengembalian kerugian negara selama 60 hari sudah lewat, yang dikembalikan hanya sekitar Rp 600 juta dari kerugian Rp 1,5 Miliar," terangnya.

Untuk itu, dengan naiknya status kasus ini menjadi LP, Eko mengatakan pihaknya saat ini terus melengkapi berkas-berkas dan melakukan mindik untuk menaikkan status kasus ini menjadi tahap satu.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved