Pasca Kebakaran Lahan di Sungai Pelang, Pemda Ketapang Lakukan Kajian Penanggulangan Karhutla

saat terjadi kebakaran, meski ada helikopter tapi tidak ada air, maka percuma saja. Oleh karena itu, embung itu penting,” ujarnya.

Pasca Kebakaran Lahan di Sungai Pelang, Pemda Ketapang Lakukan Kajian Penanggulangan Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NUR IMAM SATRIA
Bupati Ketapang, Martin Rantan beserta Forkopimda saat menemui Satgas Karhutla yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri dan unsur lainnya saat melakukan monitoring pasca kebakaran di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Selasa (27/08/2019). 

Pasca Kebakaran Lahan di Desa Sungai Pelang, Pemda Ketapang Lakukan Kajian Penanggulangan Karhutla

KETAPANG - Menindaklanjuti terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Bupati Ketapang, Martin Rantan beserta Forkopimda meninjau langsung lokasi kebakaran pada Selasa (27/08/2019).

Rencananya usai dilakukan peninjauan, Pemda akan melakukan beberapa kajian penanggulangan pasca kebakaran.

Dalam kesempatannya Martin mengatakan setelah monitoring dan evaluasi tersebut, Pemda melalui Beppeda dan Litbang akan membuat kajian bagaimana mengantisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tindakan penanganan ketika terjadi kebakaran dan penanganan setelah kebakaran.

“Dampak dari kebakaran ini merugikan banyak pihak,” kata Martin di sela-sela monitoring lokasi kebakaran lahan, Selasa (27/08/2019).

Baca: 900 Hektare Lahan di Ketapang Terbakar, Sebagian Besar Diduga Kuat Faktor Kesengajaan

Baca: Ratusan Orang Gelar Aksi Damai di Kantor Kejaksaaan Negeri Ketapang, Ini Tuntutannya

Satu diantara langkah yang akan dilakukan kedepannya menurut Martin adalah membuat pos satuan satgas di daerah Desa Pelang. Karena sampai saat ini belum ada pos tetap untuk satgas karhutla. Rencananya Pemda juga akan mendorong perusahaan untuk membuat embung di dalam kawasan.

"Karena saat terjadi kebakaran, meski ada helikopter tapi tidak ada air, maka percuma saja. Oleh karena itu, embung itu penting,” ujarnya.

Terkait kebakaran yang terjadi di kawasan perusahaan, Martin mengaku akan memberikan teguran kepada pihak perusahaan. Hal ini agar kedepannya perusahaan menyiapkan diri mengantisipasi terjadinya karhutla di internal perusahaan.

Baca: Pemda Ketapang Akan Salurkan Air Bersih di 4 Kecamatan Terdampak Berat Kekeringan

Baca: Pemda Pastikan Kedatangan Jemaah Haji Asal Ketapang Berjalan Lancar

“Tujuannya agar tidak kecolongan dan kebakaran seperti ini. Kalau seperti ini, kasihan juga perushaan lahannya hangus terbakar,” ungkapnya.

Martin juga mengimbau kepada semua pihak khususnya yang menggunakan lahan untuk usaha, agar jangan membakar lahan, terutama di musim kemarau.

"Kita juga meminta kepada aparat keamanan untuk memberikan sanksi atau proses hukum bagi siapa saja yang sengaja membakar lahan. Kepala Desa dan Camat untuk selalu memberikan dorongan agar tidak membakar lahan,” pintanya. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved