900 Hektare Lahan di Ketapang Terbakar, Sebagian Besar Diduga Kuat Faktor Kesengajaan

“Kebakaran banyak terjadi di lahan gambut. Ada sekitar 600 hektare lahan gambut yang terbakar,” jelas Rudi.

900 Hektare Lahan di Ketapang Terbakar, Sebagian Besar Diduga Kuat Faktor Kesengajaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NUR IMAM SATRIA
Bupati Ketapang, Martin Rantan beserta Forkopimda saat menemui Satgas Karhutla yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri dan unsur lainnya saat melakukan monitoring pasca kebakaran di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Selasa (27/08/2019) 

900 Hektare Lahan di Ketapang Terbakar, Hampir Seluruhnya Diduga Kuat Faktor Kesengajaan

KETAPANG - Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra Darisman, mengatakan kebakaran di tahun 2019 ini cukup besar. Menurutnya ada beberapa lokasi yang mengalami kebakaran yang cukup parah.

Empat lokasi yang mengalami kebakaran hebat disebutkan Rudi yaitu di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara, Muara Pawan dan Kecamatan Kendawangan.

“Paling parah itu di Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan, termasuk di Sungai Pelang ini,” kata Rudi saat lakukan monitoring pasca kebakaran bersama Bupati dan Forkopimda Ketapang, Selasa (27/08/2019).

Baca: Ratusan Orang Gelar Aksi Damai di Kantor Kejaksaaan Negeri Ketapang, Ini Tuntutannya

Baca: Tak Kuorum, Paripurna Pengesahan APBD Perubahan Kabupaten Ketapang Ditunda

Menurut catatan yang disampaikan Rudi, luasan lahan yang terbakar khususnya di Sungai Pelang, mencapai 202,7 hektare dan areal yang sudah dipadamkan 47 hektare. Sementara untuk seluruh wilayah di Ketapang, lahan yang terbakar mencapai sekitar 900 hektare.

“Kebakaran banyak terjadi di lahan gambut. Ada sekitar 600 hektare lahan gambut yang terbakar,” jelas Rudi.

Rudi mengungkapkan, kebakaran di kawasan Pelang terjadi sejak 13 Agustus lalu. Hingga saat ini petugas masih berjibaku memadamkan api di lokasi tersebut.

Sebanyak 280 personil dikerahkan untuk memadamkan api. Sebanyak 12 unit mobil pemadam, 30 unit pompa, tiga unit helikopeter pengebom air dan satu unit helikopter pemantau dikerahkan.

Baca: Pemda Ketapang Akan Salurkan Air Bersih di 4 Kecamatan Terdampak Berat Kekeringan

Baca: Kemenag Pastikan Tak Ada Jemaah Haji Asal Ketapang Pulang Melalui Jalur Darat

“Sampai saat ini sudah 12 hari pemadaman. Kendala kita di lapangan itu sumber air yang tidak bisa diakses menggunakan jalur darat. Jika tidak bisa dipadamkan menggunakan mobil, maka pemadaman dilakukan dengan menggunakan helikopter,” ungkapnya.

Menurut Rudi, kebakaran hebat yang terjadi di Ketapang, hampir semuanya sengaja dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, dia menyebutkan jika ada pihak-pihak yang melakukan sabotase.

"Rata-rata kebakaran yang terjadi ini memang sengaja dibakar. Dari hasil Pulbaket dari teman-teman, memang faktor kesengajaan. Kemungkinan besar memang disabotase. Cuma sampai saat ini masih didalami oleh polisi,” paparnya. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved