UBSI Pontianak Ikut Andil dalam Bimtek Penggiat Anti Narkoba P4GN Lingkungan Pendidikan Kalbar

Yoki Firmansyah, M.Kom selaku dosen perwakilan dari UBSI Pontianak mengatakan sangat senang bisa hadir pada acara tersebut.

UBSI Pontianak Ikut Andil dalam Bimtek Penggiat Anti Narkoba P4GN Lingkungan Pendidikan Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama setelah kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba P4GN Lingkungan Pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat. 

UBSI Pontianak Ikut Andil dalam Bimtek Penggiat Anti Narkoba P4GN Lingkungan Pendidikan Kalbar

PONTIANAK - Dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Pontianak berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba P4GN Lingkungan Pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) ini dilaksanakan dari tanggal 14 sampai dengan 15 Agustus 2019 di Hotel Aston Pontianak.

Yoki Firmansyah, M.Kom selaku Staff Warek II UBSI Kampus Kota Pontianak bersama Heni Wardani yang merupakan mahasiswi semester empat yang mewakili UBSI Pontianak untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Baca: Komunitas Adat Akan Gelar Muswil III, Ini Agenda yang Dibahas

Baca: VIDEO: Inilah Suasana Lomba Saprahan di Kapuas Hulu

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi oleh beberapa pemateri, diantaranya Direktur Pertamas BNN, Kepala BNNP Kalimantan Barat, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjugpura, Dosen/Peneliti Bidang Komunikasi FISIP Universitas Tanjugpura, Artipena Wilayah Kalimantan Barat, Ketua HIMPSI Wilayah Kalimantan Barat, Kabid Rehabilitasi BNNP Kalimantan Barat, dan Kasubdit Lingkungan Pendidikan.

Kepala BNNP Kalimantan Barat, Drs. Suyatmo, M.SI menjelaskan mengenai pemahaman dan penyalahgunaan tentang narkoba, dan bahayanya narkoba bagi tubuh, menceritakan tentang harga dari narkoba tersebut dan mengambarkan mengenai angka dari warga binaan data tahun 2019 sebanyak 111.659 jiwa.

“Rehabilitasi itu gratis. Perlu adanya perjanjian dan pendekatan terpadu oleh keluarga, masyarakat dan lingkungan agar bisa bebas dari penyalahgunaan narkoba,”jelasnya.

Sementara Drs. Mohamad Jupri, MM selaku Direktur Pertamas BNN mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam menekan penggunaan penyalahgunaan narkoba dan menceritakan bagaimana alur penyebaran narkoba serta faktor yang mendorong mengapa narkoba digunakan.

“Setiap Warga Negara wajib mengetahui jenis-jenis narkoba, perkembangan narkoba, dampak dari penggunaan narkoba, kebijakan mengenai apa yang harus dilakukan serta perlunya mentoring sesuai yang ada dalam Undang-undang tentang Narkoba, serta pentingnya evaluasi di perguruan tinggi untuk mengantisipasi adanya penggunaan narkoba di wilayah Kalimantan Barat ini,”papar Mohamad Jupri.

Yoki Firmansyah, M.Kom selaku dosen perwakilan dari UBSI Pontianak mengatakan sangat senang bisa hadir pada acara tersebut.

“Apalagi dengan dinobatkannya saya beserta mahasiswi UBSI, Heni Wardani sebagai penggiat anti narkoba, saya berharap kegiatan ini bisa juga diadakan di UBSI Kampus Kota Pontianak sehingga makin banyak penggiat anti narkoba yang akan menyebarkan pengaruh positif ke masyarakat,”ujar Yoki.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved