Kabar Duka, Ipda Erwin Polisi yang Terbakar Hidup-hidup saat Kawal Demo di Cianjur Meninggal Dunia
Informasi yang diterima menyebutkan, Jenazah almarhum sudah dibawa ke Cianjur dari RSPP pada pukul 06.30 WIB.
Kabar Duka, Ipda Erwin Polisi yang Terbakar Hidup-hidup saat Kawal Demo di Cianjur Meninggal Dunia
JAKARTA - Erwin Yudha, Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Cianjur yang mengalami luka bakar cukup parah saat mengawal aksi demo beberapa waktu lalu dikabarkan meninggal dunia, pukul 01.30 WIB dini hari tadi.
Ipda Erwin (dinaikkan pangkatnya, sebelumnya Aiptu) yang mengalami luka bakar 64% di tubuhnya sempat dibawa ke Jakarta, menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan.
"Iya betul. Sudah meninggal dunia," ujar Karopenmas Polri Brigjen Dedy Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin (26/8/2019).
Dilansir dari Tribunnews, Informasi yang diterima menyebutkan, Jenazah almarhum sudah dibawa ke Cianjur dari RSPP pada pukul 06.30 WIB.
Baca: Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian Tindak Tegas Pelaku Rasisme
Baca: Polisi Tangkap Dua Warga Malaysia Bawa Sabu 7 Kg di Hotel Pontianak
Baca: Terbongkar Fakta Mengejutkan 4 Polisi Dibakar Hidup-hidup di Cianjur, Pelakunya Terekam Kamera!

Demo Mahasiswa Berujung Pembakaran Polisi
Sebelumnya, Mabes Polri menyesalkan aksi unjuk rasa mahasiswa yang berujung terbakarnya tiga anggota polisi di depan kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019) kemarin.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan memelihara Kamtibmas memanglah bukan pekerjaan mudah dan nyawa bisa saja menjadi taruhan dari personel Korps Bhayangkara.
"Polri menyesalkan peristiwa demonstrasi yang berujung terbakarnya anggota kami. Namun kami menyadari tugas utama kami dalam memelihara kamtibmas itu memang tak mudah dan seringkali nyawa taruhannya," ujar Iqbal, dalam keterangannya, Jumat (16/8/2019).
Ia meminta agar masyarakat turut mendoakan kesembuhan bagi empat anggota Polri yang masih dirawat di rumah sakit tersebut.
Aiptu Erwin, yang mengalami luka bakar di atas 65 Persen kini telah dirujuk ke RS Pertamina, Jakarta Selatan setelah sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon sedang dirawat di RS Hasan Sadikin, Bandung.
Sementara Bripda Anif dirawat di RS Bhayangkara Sartika Asih, Bandung.
Mantan Wakapolda Jawa Timur ini menyayangkan kasus penyerangan terus terjadi pada anggota Polri.
Alasannya, kejadian kali terjadi tak lama pasca peristiwa gugurnya anggota Ditreskrimum Polda Papua Briptu Heidar.
Heidar yang kini berpangkat Brigardir Pol Anumerta diketahui sempat disandera sebelum ditemukan meninggal dunia akibat luka tembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Senin (12/8/2019).
"Kami yang masih berduka, atas gugurnya bhayangkara muda kami, Brigadir Anumerta Heidar yang diduga menjadi korban kekejian KKB," ungkapnya.
Jenderal bintang dua itu juga menyebut sejumlah kasus lain. Salah satunya penganiayaan yang dialami Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar saat berusaha menciduk bandar narkoba, pada 8 Agustus silam.
Belum lagi kasus yang dialami mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani.
Aditia diketahui menjadi korban pengeroyokan saat menghalau massa antar perguruan pencak silat yang hendak bertikai di Sidoharjo, Wonogiri, pada 8 Mei 2019.
Hingga saat ini, Aditia masih tak sadarkan diri dan tengah dirawat di rumah sakit di Singapura.
"AKP Aditia dalam melakukan pemeliharaan kamtibmas, melerai pertikaian dua kelompok perguruan silat. Dia jadi korban dan sampai dengan hari ini belum sadar, terbaring di RS Singapura untuk menjalankan perawatan intensif," tandasnya.
Fakta 4 Polisi Dibakar Hidup-hidup di Cianjur
Sebelumnya aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Cianjur Kamis (15/8/2019) siang berakhir ricuh, yang mengakibatkan 4 anggota kepolisian terbakar saat mengamankan aksi demo tersebut.
Diketahui sebelum nya Aiptu Erwin Yudha Wildani, Bripda Yudi Muslim , Bripda Fransiskus Aris Simbolon, dan Bripda Anif Endaryanto Pratama yang menjadi korban aksi nakal dari salah satu oknum yang ikut aksi demo di Cianjur tersebut.

Sosok Pelaku Pelempar Bahan Bakar, Yang Akibatkan 4 Polisi Jadi Korban
Beredar kabar bahwa di duga pelaku pelempar bahan bakar ke tengah kerumunan massa demonstran di Cianjur pada Kamis (15/8/2019) siang , adalah seorang pemuda yang menggunakan jaket hitam lengan panjang dengan dua garis putih di lengannya.
Hal tersebut akhirnya dapat ditepis dengan adanya sebuah video dari laman instagram, yang memperlihatkan secara jelas pelaku pelemparan bahan bakar minyak yang mengakibatkan 4 anggota kepolisian terbakar.
Dari video tersebut telihat jelas seorang pria mengenakan pakaian berwarna merah lengan panjang seperti jas almamater sebuah universitas, yang melemparkan bahan bakar di duga pertalite, ke kerumunan massa, dimana di dekat kerumunan tersebut ada ban yang terbakar.
Aksi pemuda tersebut langsung mengakibatkan api membesar dan menyambar 4 orang anggota kepolisian yang tengah berusaha memadamkan api pada ban tersebut.
Pihak kepolisian terus mealkukan pendalaman pada kasus yang mengakibatkan 4 orang anggotanya sebagai korban.
Mengutip dari berbagai sumber berita, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan terduga pelaku yang mengakibatkan korban dalam aksi bakar ban dalam demonstrasi yang berujung empat polisi terbakar hidup-hidup dapat dikenakan hukuman berat.
"Pada prinsipnya bila terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan, penyerangan kepada petugas, bahkan jika sampai ada anggota meninggal akan berat hukumannya," ujar dia ketika dihubungi, Jumat (16/8/2019).
4 Anggota Polisi Korban Terbakar Dalam Aksi Demo Cianjur Dinaikan Pangkat
Selalu ada hikmah dalam setiap musibah, sepertinya ini lah gambaran yang pas bagi 4 anggota kepolisian yang menjadi korban terbakar dalam aksi demo di Cinajur, Kamis (15/8/2019) lalu.
Peristiwa terbakarnya empat polisi anggota Polres Cianjur terjadi saat hendak memadamkan api di ban bekas yang dibakar oleh mahasiswa peserta unjuk rasa kemarin.

Sebagai bentuk penghormatan pada anggotanya yang telah menjalankan tugas dengan baik, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada empat anggotanya yang terbakar saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat.
Pangkat keempat korban dinaikan setingkat lebih tinggi dari pangkat semula.
"Benar, keempatnya dapat kenaikan pangkat luar biasa," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2019).
Iqbal menerangkan KPLB diberikan sebagai bentuk perhatian institusi kepada keempat anggotanya yang terluka dalam tugas pengamanan aksi massa.
"Ini adalah perhatian institusi kepada keempat korban yang mengalami luka bakar, salah satunya Aiptu Erwin cukup serius, sekaligus apresiasi atas kinerja mereka ketika sedang bertugas menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," ujar Iqbal.
Keputusan KPLB tertuang dalam surat telegram bernomor STR/505/VIII/KEP./2019 yang diterbitkan hari ini dan diteken Kepala Biro Pembinaan Karier (Karo Binkar) SSDM Polri Brigjen HE Permadi.
Berikut nama-nama penerima KPLB, Aiptu Erwin Yudha Wildani menjadi Ipda Erwin Yudha Wildani, Bripda Yudi Muslim menjadi Briptu Yudi Muslim, Bripda Fransiskus Aris Simbolon menjadi Briptu Fransiskus Aris Simbolon, dan Bripda Anif Endaryanto Pratama menjadi Briptu Anif Endaryanto Pratama
15 orang diamankan
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan sudah ada belasan mahasiswa yang diamankan dari aksi unjuk rasa ricuh di Cianjur, Kamis (15/8/2019).
Belasan mahasiswa yang ditangkap oleh jajaran Polres Cianjur itu karena pada demo tersebut menimbulkan korban bakar terhadap tiga orang anggota kepolisian.
"Tersangka saat ini masih dalam pendalaman dan sudah dilakukan pengamanan di Polres Cianjur sebanyak 15 orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Trunoyudo saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Sumurbandung, Bandung.
Dari 15 mahasiswa yang diamankan, salah satunya adalah MF yang merupakan koordinator lapangan pada aksi unjuk rasa di Pendopo Cianjur itu.
Pada proses penyelidikan terkait aksi ricuh itu, Trunojoyo mengatakan jajaran Polres Cianjur dibantu oleh Dirkrimum Polda Jabar.
Penyelidikan lebih lanjut itu dilakukan karena dia menyebut pada insiden itu ada tindak pidana yang mengakibatkan anggota Polri yang sedang bertugas terluka parah.
"Terkait hasil pemeriksaan (penetapan tersangka) nanti tunggu perkembangannya. Penetapan tersangka maksimal 1x24 jam," ujarnya.
Terkait unsur penyiraman oleh oknum mahasiswa itu, pihaknya sedang mendalami apakah ada kesengajaan atau tidak.
Selain itu pula, Trunoyudo menjelaskan sudah ada sejumlah barang bukti yang turut diamankan pada insiden tersebut.
Ban yang dibakar dan mengakibatkan Aiptu Erwin, anggota Polri yang terbakar parah itu menjadi salah satu barang bukti yang diamankan.
"Ban yang dibakar, kondisi pakaian korban yang terbakar serta kondisi kesehatan korban juga menjadi petunjuk atau nanti alat bukti surat keterangan dari dokter," ucap dia.
Berawal dari Bakar Ban
Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di halaman pendopo Cianjur sempat terjadi insiden, Kamis (15/8/2019).
Insiden terjadi saat mahasiswa melakukan pembakaran ban dan seorang mahasiswa hendak menyiramkan bahan bakar ke arah api.
Akibatnya tiga anggota kepolisian terbakar saat mencoba untuk memadamkan api.
Seorang warga yang berada di area unjuk rasa, Mamur Abdulah (56), mengatakan, insiden itu terjadi beberapa saat setelah peserta unjuk rasa melakukan pembakaran ban.
Lalu ada tiga anggota kepolisian mencoba untuk memadamkan api.
"Tiba-tiba ada seseorang yang melemparkan kantong bensin sehingga api pun membesar dan membakar tiga anggota polisi," ujarnya.
Polisi terbakar saat unjuk rasa mahasiswa di halaman Pendopo Cianjur, Kamis (15/8/2019). (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)
Akibat kejadian itu Bripda Aris Simbolon, Bripda Yudhi, anggota Dalmas Polres Cianjur dan Aiptu Erwin Yudha anggota Polsek Cianjur mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan di RSUD Cianjur.
Dalam video yang beredar, seorang polisi yang terbakar itu berguling-guling kepanasan dan berusaha memadamkan api.
Kronologi 3 Polisi Terbakar saat Amankan Demo
Kronologis berawal sejak pagi, mahasiswa semula berunjukrasa di Kantor DPRD Kabupaten Cianjur Jalan KH Abdullah bin Nuh.
Lalu mahasiswa melakukan longmarch ke kantor Pemkab Cianjur.
Unjukrasa teraebut mengatasnamakan dari kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus, selaku korlap sdr. Muhamad Fadil dengan jumlah massa 50 orang.
Asa sempat berorasi di dua tempat tersebut.
Di gedung dewan mereka berkumpul atas dasar menagih visi misi yang telah disampaikan oleh para anggota dewan.
Pukul 11.00 WIB massa aksi longmarch menuju kantor DPRD dengan rute kantor DPRD Kab. Cianjur - Jl. KH. Abdullah bin Nuh - Jl. Pangeran Hidayatullah - Jl. Siliwangi - Kantor Pemda Kab. Cianjur.
Pukul 12.00 WIB massa aksi tiba di Kantor Pemda Kab. Cianjur dan melakukan orasi.
Sekitar pukil 12.30 WIN, masa aksi melakukan pemblokiran di Jala Siliwangi (Depan Pintu masuk Pemda Kab. Cianjur) yang mengakibatkan kemacetan arus lalin sepanjang Jalan Siliwangi Kec/Kab. Cianjur.
Sekitar pukul 13.00 WIN, massa aksi melakukan pembakaran ban dan dilerai oleh anggota Kepolisian, akan tetapi massa semakin brutal yang mengakibatkan 3 anggota Kepolisian terkena luka bakar.
Karena ada salah satu massa aksi yang menyiram bensin ke sekitar ban, sehingga api menyambar anggota kepolisian yg mencoba memadamkan api tersebut.
Adapun anggota lepolisian yang terkena luka bakar sebagai berikut:
AIPTU Erwin ( Anggota Bhabinkamtibmas Kel. Bojongherang Polsek Kota Polres Cianjur,
BRIPDA Yudi Muslim( Anggota Sat Sabhara Polres Cianjur ),
BRIPDA F.A Simbolon ( Anggota Sat Sabhara Polres Cianjur).
Pasca aksi unras sementara Pihak Kepolisian telah mengamankan massa sebanyak 11 orang yang diduga melakukan pembakaran ban yang mengakibatkan anggota Kepolisian sebanyak 3 orang mengalami luka bakar.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: Polisi yang Terbakar saat Kawal Demo di Cianjur Meninggal Dunia