Yonif 642/Kps Turunkan Bendera Raksasa dan Baksos Bersihkan Sampah Bersama Komunitas di Bukit Kelam

Tim Pendaki Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas dipimpin Pasi Intel Lettu Sumarno melakukan Penurunan Bendera Merah Putih Raksasa

Yonif 642/Kps Turunkan Bendera Raksasa dan Baksos Bersihkan Sampah Bersama Komunitas di Bukit Kelam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Tim Pendaki Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas dipimpin Pasi Intel Lettu Sumarno melakukan Penurunan Bendera Merah Putih Raksasa yang dibentangkan di lereng TWA Bukit Kelam dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Minggu (25/8/2019) siang. 

Yonif 642/Kps Turunkan Bendera Raksasa dan Baksos Bersihkan Sampah Bersama Komunitas di Bukit Kelam

SINTANG - Tim Pendaki Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas dipimpin Pasi Intel Lettu Sumarno melakukan Penurunan Bendera Merah Putih Raksasa yang dibentangkan di lereng TWA Bukit Kelam dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Minggu (25/8/2019) siang.

Setelah berhasil menurunkan bendera, Tim Pendaki Yonif 642/Kapuas bersama, Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP), Komunitas Pendaki Kalimantan (K.P.K) Cabang Sintang, Kompass Universitas Kapuas Sintang membersihkan sampah di jalur pendakian TWA Bukit Kelam.

Ketua Komunitas Pendaki Kalimantan Cabang Sintang, Daniel menyampaikan bahwa kegiatan membersihkan sampah di area TWA Bukit Kelam ini memang telah lama pihaknya rencanakan. Kegiatan di wilayah konservasi ini juga telah mendapat izin dari BKSDA SKW II Sintang.

"Memang dari kemarin kami sudah rencanakan. Kami sudah mulai sejak tadi pagi, membersihkan mulai dari puncak Bukit Kelam dan sekarang sudah hampir sampai parkiran. Hanya di tangga dua saja belum mampu kami bersihkan semua karena ada yang jauh dari jangkauan," katanya.

Baca: Harga Sayuran Anjlok, Petani Sayur di Pontianak Utara Alami Kerugian Besar

Baca: Coffternoon Siap Manggung Tanpa Dibayar Sampai Akhir Tahun, Berikut Ketentuannya

Baca: FOTO: Customer Gathering Deltalube Area Pontianak di Hotel Star

Lanjut Daniel, dari kegiatan pembersihan yang sudah dilakukan, memang masih cukup banyak sampah yang ditemukan. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak sebelum-sebelumnya. Menurut Daniel, tentu saja ini keprihatinan tersendiri baginya sebagai seorang pecinta alam.

"Siapapun yang melakukan pendakian di Bukit Kelam, kalau dia mengaku dirinya pecinta alam tidak mungkin buang sampah sembarangan. Ingat jika kalian ingin menikmati alam jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak, dan jangan mengambil sesuatu kecuali gambar," ujarnya.

Kemudian Daniel juga berharap ke depan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang lebih memperhatikan lagi sarana pendakian di Bukit Kelam yang saat ini sudah tidak memadai. Apalagi TWA Bukit Kelam menjadi kebanggaan dan salah satu Ikon Kabupaten Sintang.

"Kepada pemerintah setempat, kami mohon untuk dapat memperhatikan sarana pendakian, terutama di tangga dua. Karena itu sudah jauh jangkauan dengan kaki kita melangkah, memang rawan di situ, dan juga sudah mulai goyang. Jadi mohon kalau bisa diperbaiki," pintanya.

Daniel juga berpesan agar ke depan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang melalui dinas-dinas terkait, seperti Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan lainnya agar mendukung kegiatan yang dibuat berbagai komunitas pecinta alam.

Apalagi Kabupaten Sintang merupakan kabupaten yang menggagas Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Sehingga tentu saja sudah selayaknya berbagai kegiatan yang diselenggarakan dengan tujuan kelestarian alam harus mendapatkan dukungan penuh.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved