Citizen Reporter

KNIU Kemendikbud Selenggarakan Rapat Pleno Pertengahan Tahun 2019, Ini Yang Dibahas

KNIU Kemendikbud menjalankan tugas dan fungsi untuk menjembatani antara UNESCO dengan Pemerintah Republik Indonesia maupun sebaliknya.

KNIU Kemendikbud Selenggarakan Rapat Pleno Pertengahan Tahun 2019, Ini Yang Dibahas
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Sekjen Kemendikbud RI, Didik Suhardi 

Citizen Reporter

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

PONTIANAK- Dalam rangka menginformasikan perkembangan kerjasama Indonesia dengan UNESCO, dan memperkuat koordinasi antara kementerian/lembaga dan kepentingan di tingkat lokal/daerah yang terkait dengan program UNESCO (pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi, dan informasi), Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Rapat Pleno Tengah Tahun 2019 pada 22 Agustus 2019.

Melalui Rapat Pleno Tengah Tahun 2019 KNIU Kemendikbud diharapkan tersampaikannya informasi mengenai perkembangan kerjasama Indonesia dan UNESCO pada seluruh vocal points dan pemangku kepentingan terkait terbangunnya koordinasi yang semakin kuat antar vocal points bidang program UNESCO;,pemangku kepentingan program UNESCO, serta para penentu kebijakan mendapat masukan berupa praktik baik implementasi pembangunan berkelanjutan, dan tersusunnya sebuah rumusan yang dapat menjadi rekomendasi bagi penentuan kebijakan pembangunan berkelanjutan berbasis konservasi di Kawasan Tetapan UNESCO (Warisan Dunia, Cagar Biosfer, dan Geopark Global).

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas capaian yang diperoleh KNIU di UNESCO.

"Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, banyak yang dihasilkan dan tentu kita akan terus menerus melakukan upaya bagaimana meningkatkan komunikasi kita dengan hasil-hasil yang sudah ada di Indonesia dan bisa dicatat oleh UNESCO," ujar Didik Suhardi dalam sambutannya di Graha Utama, Kemendikbud, Kamis (22/08/2019).

Baca: Susuri Sungai Kapuas, Peserta Siswa Mengenal Nusantara Terkesima

Baca: Update Cuaca Wilayah Kalbar, Masih Berpotensi Hujan

Sementara itu, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kemendikbud, Arief Rachman, menyampaikan, pertemuan tengah tahun ini merupakan kegiatan rutin dari KNIU Kemendikbud, sebanyak empat program bergabung di dalam satu pertemuan ini.

“Selama ini, programnya berjalan sendiri-sendiri, yaitu program pendidikan, program ilmu pengetahuan, program media dan informasi, dan program kebudayaan,” terangnya.

Akan tetapi, lanjut Arief, pada saat ini semua yang terlibat di dalam empat program itu, mengusung satu kekuatan yang diinginkan oleh UNESCO, yaitu memberikan informasi yang akan bisa menjadi pengetahuan. Dari pengetahuan itu, akan bergerak bukan hanya masyarakat yang berilmu pengetahuan, tetapi akan mendongkrak kepada masyarakat yang berbudaya.

Baca: Update Cuaca Wilayah Kalbar, Masih Berpotensi Hujan

“Nanti dari masyarakat yang berbudaya, kita akan juga dukung sampai masyarakat yang beradab. Karena itu, maka apa yang menjadikan UNESCO itu pada akhirnya akan bisa tercapai. Apa yang disampaikan UNESCO, adalah sesuatu yang mencoba untuk menjaga jangan sampai terjadi peperangan seperti terjadi perang dunia ke-2 lalu,” ujar Arief di sela-sela rapat pleno.

Halaman
12
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved