Presidium PMKRI Pastikan Kalbar Kondusif

"Karena memang teman-teman papua yang kuliah disini menjadi tanggungjawab pemerintah daerah Kalimantan barat," ujarnya

Presidium PMKRI Pastikan Kalbar Kondusif
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Mahasiswa Asal Papua dan PMKRI Kalbar menemui Gubernur Kalbar, Kamis (22/8/2019). 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Anggita

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak, Srilinus Lino mengatakan tujuan audensi pihaknya ke Gubernur untuk menyikapi beberapa isu yang terjadi dikalangan publik.

Pihak Presedium PMKRI Cabang Pontianak ingin memastikan bahwa keamanan Kalimantan Barat dalam kondisi kondusif.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi pada isu-isu yang tersebar di media sosial. Saya pikir jangan sampai adalagi perpecahan antara anak bangsa," ujarnya usai bertemu dengan Gubernur Kalbar, kamis (22/8/2019).

Baca: Khawatir Jadi Korban Rasis di Kalbar, Mahasiswa Papua Temui Gubernur

Baca: Wakapolda Kalbar dan Kapolresta Pontianak Berganti, Nasir Tak Lupakan Rusuh 22 Mei

kemudian bersamaan dengan itu, mereka juga menyampaikan kepada gubernur terkait dengan isu mahasiswa Papua.

"Kita meminta kepastian kepada pemerintah daerah untuk menjamin keamanan teman-teman mahasiswa yang kuliah di Pontianak. Karena memang teman-teman papua yang kuliah disini menjadi tanggungjawab pemerintah daerah Kalimantan barat," ujarnya.

Ia bersama teman lainnya mengajak masyarakat Kalbar untuk tetap menjaga prinsip kehidupan kebangsaan yang saling menghargai anak bangsa dan menjaga kondusifitas di Kalbar, terutama untuk tidak terpancing dengan isu yang saat ini terjadi.

"Jangan sampai terjadi seperti video-video yang beredar hari-hari ini," pungkasnya.

Sebelumnya terjadi kerusuhan massa di Papua dan Papua Barat sebagai buntut insiden kasus persekusi terhadap mahasiwa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Kericuhan terjadi di Manokwari dan Sorong pada Senin (19/9/2019) serta Fakfak dan Timika pada Rabu (21/8/2019).

Di Manokwari, kerusuhan menyebabkan terbakarnya gedung DPRD. Massa juga memblokade sejumlah jalan. Di Timika, demonstran melempar batu ke arah gedung DPRD setempat.

Sementara di Jayapura terjadi unjuk rasa memprotes insiden di Surabaya. Unjuk rasa sempat memanas meski tak berujung rusuh.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved