Polres Landak Tetapkan Tersangka Pengusaha Muda di Ngabang, Sempat Kembalikan Rp 261 Juta

pengakuan dari RK sendiri pun memang mendapatkan keuntungan dari pekerjaan itu sekitar Rp 168 jutaan.

Polres Landak Tetapkan Tersangka Pengusaha Muda di Ngabang, Sempat Kembalikan Rp 261 Juta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Kasat Reskrim Polres Landak Iptu Idris Bakara 

Polres Landak Tetapkan Tersangka Pengusaha Muda di Ngabang, Sempat Kembalikan Rp 261 Juta

 LANDAK - Polres Landak menetapkan pengusaha muda asal Ngabang, Kabupaten Landak inisial RK (33) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pekerjaan proyek di Kabupaten Landak.

"Iya RK sudah ditetapkan tersangka, saat ini tinggal menunggu tahap 2 untuk diserahkan ke Kejaksaan," ujar Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio melalui Kasat Reskrim, Iptu Idris Bakara kepada Tribun Kamis (22/8/2019).

Terkait penetapan RK sebagai tersangka, pihaknya memang tidak melakukan penahanan. "Belum, itu tidak wajib ditahan dan yang bersangkutan selama ini kooperatif," kata  Idris Bakara

Untuk diketahui, RK ditetapkan tersangka terkait kasus pekerjaan Rehabilitasi Sarana Irigasi di Desa Sampuro, Kecamatam Mempawah Hulu tahun anggaran 2014.

Baca: VIDEO: Pemkot Lakukan Pembenahan Sejumlah Saluran dan Parit di Kota Pontianak

Baca: Selama Jabat Kapolresta Pontianak, Ini Peristiwa Yang Terlupakan Muhammad Anwar Nasir

Selain RK, berdasarkan hasil gelar perkara di Polda Kalbar beberapa waktu lalu juga sudah menetapkan tersangka lain, yakni inisial OY selaku PPK (kini sudah almarhum), dan pemilik CV R inisial RY pemenang lelang.

"Jadi si RK ini selaku penerima Sub proyek dari RYA. Ada kerugian negara Rp 261 juta, itu sudah dikembalikan oleh RK ke kas daerah. Namun sudah tahap penyididkan," jelas Idris Bakara

Disampaikan Kasat, pihaknya tetap mengacu pada pasal 4. Bahwa mengembalikan kerugian keuangan Negara berdasarakan keterangan ahli, tidak menghapus suatu perbuatan tindak pidana.

Untuk modusnya, RK memesan melalui staf CV R milik RYA untuk memenangkan lelang pekerjaan. Dengan memasukkan perusahaan-perusahaan yang bisa dikendalikan oleh staf CV R, kemudian adminitrasinya diurus oleh staf CV R.

Baca: VIDEO: Dalami Dugaan Keterlibatan Pihak Lain, Jaksa Introgasi Tahanan Berupaya Kabur

Setelah dinyatakan menang, oleh RK langsung mengambil alih pekerjaan. "Jadi disubkontrakkan seluruh pekerjaan utama itu. Karena yang boleh disubkontrakkan adalah pekerjaan primer," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved