Kadisdikbud Kapuas Hulu Petrus Tanggapi Keluhan Guru Honorer Soal Gaji: dari Sekolah, Bukan Pemda

"Berapa gajinya tentu tergantung kemampuan sekolah itu sendiri. Sedangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, hanya menggaji guru kontrak,"

Kadisdikbud Kapuas Hulu Petrus Tanggapi Keluhan Guru Honorer Soal Gaji: dari Sekolah, Bukan Pemda
NET
ILUSTRASI 

Kadisdikbud Kapuas Hulu Petrus Ungkap Gaji Guru Honorer dari Sekolah, Bukan Pemda

KAPUAS HULU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Petrus Kusnadi menyatakan, kalau guru honorer yang mengaji adalah pihak sekolah menggunakan dana BOS.

"Terkait berapa gajinya tentu tergantung kemampuan sekolah itu sendiri. Sedangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, hanya mengaji guru kontrak menggunakan APBD," ujarnya kepada Tribun, Kamis (22/8/2019).

Sedangkan jumlah guru honorer di Kapuas Hulu, yang terdata oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 523 orang, terdiri tingkat SD ada 292 orang dan SMPN ada 231 orang.

Baca: Guru Honorer di Kapuas Hulu Keluhkan Kesejahteraan, Gaji Sebulan Hanya Rp 300 Ribu

Baca: PGRI Provinsi Kalbar Soroti Masalah Kesenjangan Guru Honorer

"Untuk guru kontrak daerah awalnya berjumlah 610 orang. Namun kemarin banyak ada guru kontrak daerah mengikuti seleksi CPNS, yang lolos jadi PNS sebanyak 42 orang. Hingga jumlah guru kontrak daerah saat ini hanya 555 orang," ucapnya.

Terus berapa gaji guru kontrak daerah, Petrus menjelaskan untuk guru lulusan sarjana S1 sebesar Rp 1.750.000 perbulan.

"Kami akui bahwa kesejahteraan guru honorer maupun guru honorer masih jauh dari harapan. Karena keuangan daerah maupun sekolah sangat minim, kami tidak bisa berbuat banyak, karena APBD juga kecil," ujarnya.

Baca: Suarakan Nasib Guru Honorer, Markus Amid Akui Selalu Dapat Jawaban Klasik

Baca: Guru Honorer Belum Merdeka, Gaji Sebulan Cuma Rp 300 Ribu

Terkait kesejahteraan guru, kata Petrus pada dasarnya Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu sangat berharap semua guru sejahtera.

"Tapi sekali lagi, APBD dan dana BOS sangat kecil. Mau hati kami gaji guru kita sama dengan gaji guru lainnya (PNS). Tapi keuangan kita tak mampu," ucapnya.

Dengan ini Petrus berharap, seluruh guru honorer dan kontrak daerah harus tetap bersabar, apa yang telah didapatkan.

"Pastinya kami terus berupaya memperhatikan kesejahteraan guru-guru kita. Kami tau bagaimana perjuangan guru," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved