Dukung Pembatasan Operasi Angkutan Barang, Ini Komentar Pengamat

Pastinya ini sudah diperhitungkan kemanfaatannya secara ekonomi dan transportasi. Saya kira ini baik dan bisa dilakukan

Dukung Pembatasan Operasi Angkutan Barang, Ini Komentar Pengamat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pengamat Transportasi Teknik Untan, Rudi S. Suyono

Dukung Pembatasan Operasi Angkutan Barang, Ini Komentar Pengamat

KUBU RAYA - Pengamat Transportasi Teknik Untan, Rudi S. Suyono menanggapi positif terkait pembatasan angkutan barang di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

"Pastinya ini sudah diperhitungkan kemanfaatannya secara ekonomi dan transportasi. Saya kira ini baik dan bisa dilakukan," ungkapnya ketika di hubungi Tribun Pontianak, Rabu (21/08/2019).

Menurutnya, aturan ini adalah upaya dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengurangi permasalahan kemacetan dan menjaga keselamatan lalu lintas.

Baca: VIDEO: PMI Gelar Donor Darah di SMAN 3 Sanggau

Baca: Dishub Kubu Raya Lakukan Sosialisasi Aturan Bupati Mengenai Aturan Kendaraan Bermotor

Rudi berpesan, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, yakni melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

"Baik secara vertikal dengan Pemprov, kemenhub/BPTD dan kepolisian serta instansi horizontal, Dinas PU, Dinas Perhubungan," jelasnya.

Selanjutnya adalah melalukan sosialisasi secara menyeluruh terutama kepada perusahaan- perusahaan angkutan barang dan kepada masyarakat umum.

Kemudian perlu adanya memberlakukan masa uji coba selama beberapa waktu, sebelum penerapan nya. Serta melakukan perbaikan rambu-rambu dan marka-marka jalan untuk mendukung program tersebut.

Dan yang terakhir adalah memasang CCTV, penempatan petugas polisi dan Dinas Perhubungan serta menerapkan sistem tilang jika ada pengguna jalan yang melanggar.

Baca: Pererat Silaturahmi, PT Jasindo Kunjungi Tribun Pontianak

"Namun disisi lain, karena angkutan barang atau logistik itu sebagai urat nadi ekonomi. Maka juga harus dipertimbangkan faktor-faktor lain agar tidak ada pihak yang merasa di rugikan," terangnya.

Misalnya adalah pemberian insentif, ijin khusus, serta kemudahan-kemudahan lain sebagai bagian imbal balik kebijakan yg akan diberlakukan. Pemerintah juga harus jeli terkait kebutuhan pengusaha.

Lebih lanjutnya, pemerintah juga harus menyediakan lapangan parkir (shelter) sebagai tempat kendaraan parkir dan menunggu selama kendaraan tersebut dilarang masuk di Kabupaten atau kota bahkan saat melewati jalan tertentu.

"Suatu kebijakan pasti untuk memberikan manfaat. Namun bagaimana kebijakan tersebut dapat diminimalkan dampak negatif nya bagi pihak-pihak yang lain," ujar Rudi S. Suyono

Selain itu, Rudi turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menjadikan "transportasi" sebagai bagian penting dalam kebijakan pembangunannya. (ina)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved