Breaking News:

Loka POM Sanggau Sita Ribuan Kosmetika Ilegal

Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) di Kabupaten Sanggau menggelar press release terkait aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Loka POM Sanggau Agus Riyanto saat menunjukan satu diantara kosmetika ilegal yang disita saat press release di Kantor Loka POM di Kabupaten Sanggau, Rabu (21/8/2019). 

Agus menjelaskan hasil temuan di lapangan kosmetik ilegal tersebut diperoleh melalui pesanan via online dan sales.“Biasanya sales kan tidak bawa barangnya, hanya foto saja,”tuturnya.

Baca: VIDEO: Sampah Plastik Berserakan di Kawasan Wisata Air Pauh

Baca: Ketua DPRD Sambas, Arifidiar Sebut Masalah Pokok di Sambas Adalah Kemiskinan

Untuk itulah, ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam memilih kosmetika agar terhindar dari bahaya kosmetika ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya.

"Jadilah konsumen cerdas, dengan selalu mengingat Cek KLIK. Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluwarsa, "tegasnya.

Kemudian, para pelaku usaha dapat mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam memperjualbelikan produk kosmetika. Kosmetika termasuk kedalam dalam jenis sediaan farmasi.

Agus menambahkan,  dalam undang-undang kesehatan nomor 36 tahun 2009 pasal 197 menyatakan Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar, dipidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 15 milyar.

“Namun sementara ini kita ambil langkah-langkah persuasif dulu. Barang-barang yang kita temukan ini kita minta dimusnahkan dengan sukarela, "ujarnya.

Sebagian besar, lanjutnya, ada yang sudah memusnahkan di tempat. "Sebagian lagi ketika kita datang ke situ yang ada hanya karyawan, mereka tidak berani memusnahkan, akhirnya kita bawa. Nanti pemiliknya kita panggil dan kita minta barang itu dimusnahkan. Kalau tidak mau, maka kita ambil langkah hukum itu,”pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved