Dinas Penanaman Modal Beberkan Pasang Surutnya Investasi di Kota Singkawang
Investasi di Kota Singkawang mengalami pasang surut bahkan cenderung lambat. Hal ini dikarenakan belum maksimalnya sarana
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
Dinas Penanaman Modal Beberkan Pasang Surutnya Investasi di Kota Singkawang
SINGKAWANG - Investasi di Kota Singkawang mengalami pasang surut bahkan cenderung lambat. Hal ini dikarenakan belum maksimalnya sarana dan prasana infrastukturnya.
"Makanya saat ini melalui Wali Kota terus mendorong percepatan pelayanan perizinan karena investasi erat kaitannya dengan perizinan," kata Kasi Perencanaan, Promosi, Pengendalian Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang, M Sehan, Rabu (21/8/2019).
Ia mengatakan ada sejumlah faktor yang mempengaruhi iklim investasi. Di antaranya sarana prasarana infrastuktur dan layanan publik terkait kelancaran investasi itu sendiri.
Sarana prasarana, diakuinya masih ada keterbatasan keterbatasan. Seperti persoalan listrik, air bersih, jalan-jalan akses penghubung industri dan perkebunan, kemudian regulasi.
Baca: FOTO: Siswa-siswi dari Bali Saat Berkunjung ke Makam Opu Daeng Manambon
Baca: Orchadz Hotel Pontianak Resmikan Grand Ballroom Cattleya, Bisa Nampung Hingga Seribu Orang
Baca: Siswa-siswi Dari Bali Mencicipi Kuliner Populer di Kantin Bestari
Investasi yang masuk banyak dari sektor perdagangan dan jasa serta pariwisata. Sementara industri ada level menengah ke atas namun jumlahnya tidak banyak.
Makanya saat ini Dinas Penanaman Modal dan Tenaga kerja tengah melakukan penyempurnaan sistem pelayanan.
"Kalau untuk mengurus izin sampai tingkat nasional kita sudah online, sedangkan untuk internal kita dalam waktu dekat juga sudah bisa online melalui aplikasi Si Cantik yang ditunjang tenaga ahli," tuturnya.
Dengan sistem aplikasi online ini, maka mempercepat rentang waktu pengurusan izin.
Meski diakui dibandingkan kota Pontianak misalkan, soal layanan perizinan ini masih perlu penyempurnaan dan peningkatan.
Jika dibandingkan dengan kabupaten tentu berbeda, karena dari sisi potensi investasi saja berbeda.
"Kalau kabupaten biasanya kan wilayahnya luas, kemudian potensi perkebunannya maupun tambangnya banyak, sementara kita untuk dua sektor ini terbatas," jelasnya.
Dalam sektor perkebunan misalkan, Kota Singkawang ini tidak ada, terbatas sekali begitu pula pertambangan.
Sedangkan soal industri, Sehan mengungkapkan masih ada hanya skalanya menengah ke atas seperti pupuk, pakan ternak dan lainya.
Sementara dibidang perdagangan dan pariwisata Kota Singkawang terus digenjot.