Dandim 1201/Mempawah Sebut, 22 Hari Dipertahankan SDN 19 Telayar "Tumbang Dimakan Api Karhutla"

Komandan Kodim 1201/Mempawah, Letkol Arm Anom Wirasunu meninjau SDN 19 Mempawah Timur, berlokasi di Dusu Tekam

Dandim 1201/Mempawah Sebut, 22 Hari Dipertahankan SDN 19 Telayar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Sisa-sisa bangunan SDN 12 Mempawah Timur, Dusun Tekam (Telayar) usai dilanda kebakaran api karhutla, tampak api masih menyala disekitar lokasi, Minggu (18/8/2019) pagi. 

Dandim 1201/Mempawah Sebut, 22 Hari Dipertahankan SDN 19 Telayar "Tumbang Dimakan Api Karhutla"

MEMPAWAH - Komandan Kodim 1201/Mempawah, Letkol Arm Anom Wirasunu meninjau SDN 19 Mempawah Timur, berlokasi di Dusu  Tekam (Telayar), Kabupaten Mempawah yang sudab rata dengan tanah akibat dibabat api karhutla kemarin siang.

Letkol Anom mengatakan anggota TNI sudah berupaya memadamkan api selama 22 hari, namun api tak kunjung padam, kuasan lahan yang terbatas juga semakin bertambah.

"Kita sudah selama 22 hari disini, jadi saya terus terang saja, kaget juga saya mendengar laporan dari Danramil, bahwa dua rumah warga dan satu sekolah yang kita pertahankan selama ini salah satunya yakni SDN 19 Telayar sudah terbakar," ujarnya, Minggu (18/8/2019).

Letkol Anom mengatakan anggota TNI datang ke lokasi dua hari yang lalu, ketika itu juga ada api yang mendekati bangunan sekolah dan berhasil mereka kendalikan.

Baca: VIDEO: Pertandingan Final Bola Voli Polsek Jawai Cup 2019

Baca: LIVE Streaming Chelsea Vs Leicester Mola TV Liga Inggris, Prediksi Skor, H2H! Akhir Minor The Blues?

Baca: TRIBUNWIKI: Promo Kemerdekaan Tiket di TIX ID, Harga Tiket Hanya Rp 17.000, Buruannnn!

"Dua hari yang lalu kita datang kesini, ketika itu, api masih bisa kita lokalisir, tapi informasi nya kemarin, ketika api yang sudah kita lokalisir ditiup angin kencang dan cuaca panas maka apinya membesar," ujarnya.

Letkol Anom mengungkapkan, berdasarkan laporan yang dia terima dari Danramil dan warga setempat, ternyata api itu berasal dari dalam gambut yang menjalar dibawah bangunan sekolah.

"Api yang kemarin sudah kita lokalisir agar tidak merembet ke bangunan sekolah ternyata api dari bawah itulah yang merembet ke bangunan. Kalau saya lihat api ini bukan menyambar ke gedung atau sebagainya tapi api berasal dari bawah lahan gambut," jelasnya.

Letkol Anom menduga, api yang menyusup dari bawah gambut memakan pondasi sekolah secara perlahan sehingga menghanguskan semuanya.

"Kita menduga pondasinya yang lebih dulu terbakar, terus bangunan ambruk, makanya kita lihat runtuhannya itu ikut terbakar, ditambah lagi lebih memungkinkan api itu merambat dari bawah yang sulit untuk kita deteksi," pungkasnya. (Yak)

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved