Tentara di Perbatasan Indonesia dan Malaysia Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Upacara ini merupakan satu dari lima wilayah perbatasan RI yang turut dikelola Kemhan. di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dl

Tayang:
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani | Editor: Ishak
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Suasana upacara HUT RI ke 74 di wilayah perbatasan Indonesia yang ada di Entikong, Kalbar. Tampak bendera raksasa berukuran 45 meter terpasang di dinding bukit menjadi pemandangan latar dari agenda upacara ini 

Tentara di Perbatasan Indonesia dan Malaysia Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

SANGGAU - Masyarakat perbatasan Indonesia - Malaysia bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Provinsi Kalbar menggelar upacara bendera di PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (17/8/2019) pukul 08.00 WIB.

Dalam upacara yang memperingati HUT RI ke 74 ini mengangkat tema Semarak Merah Putih Dari Perbatasan Entikong Untuk Indonesia.

Upacara ini merupakan satu dari lima wilayah perbatasan RI yang turut dikelola Kemhan.

“Sebenarnya BNPP menggelar upacara bendera di seluruh perbatasan, namun lima wilayah perbatasan termasuk di Entikong ini Kemenhan ikut serta,” ujar Kepala Kanwil Kemenhan Kalbar Brigjen TNI Binarko Sugihantyo, usai kegiatan.

Baca: Upacara Bendera dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74

Baca: VIDEO: Kibarkan Bendera Raksasa di Jembatan Kapuas I

Adapun lima wilayah perbatasan yang diikuti Kemhan yaitu di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Aceh, dan Kalimantan Barat yang dalam kesempatan ini dilaksanakan di Entikong.

Dalam semangat merah putih dari perbatasan seperti ini, Kemenhan ingin membangun semangat merah putih dari warga perbatasan.

Sehingga tidak adalagi yang berpendapat perbatasan sudah tidak lagi merah putih.

“Justru kita ingin menunjukkan semangat merah putih dari perbatasan,” katanya.

Dalam peringatan kemerdekaan Republik Indonesia kali ini di Entikong panitia daerah beserta Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti sudah memasang sebanyak 400 bendera merah putih dari Mabes TNI.

“Dalam hal ini kami mensupport kegiatan panitia di tingkat kecamatan agar lebih semarak,” tuturnya.

Dalam upacara ini juga, panitia daerah juga membentang bendera terbesar di perbatasan Entikong dengan ukuran 45 x 17 meter di dinding bukit

Baca: Remaja Mujahidin Ikuti Upacara Bendera HUT RI di Bukit Jamur Bengkayang

Baca: Deretan Insiden Memalukan Pengibaran Bendera 17 Agustus, Dari Rok Melorot Hingga Gagal Dikibarkan

Dalam upacara terbesar yang selama ini dilaksanakan di Kecamatan Entikong yang diikuti masyarakat perbatasan, juga diikuti peserta dari Pontianak yang dibawa Kemenhan.

Sedangkan untuk petugas upacaranya sendiri melibatkan pelajar SMA di Entikong sebagai kelompok 17 dan 8, serta prajurit Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti sebagai kelompok 45.

“Kami bawa dari Pontianak terdiri dari Menwa, Parade Cinta Tanah Air binaan Kemenhan yang berjumlah 75 orang berperan serta untuk membantu dari panita daerah, serta dari Walubi,” tambahnya.

Dari perwakilan Walubi dalam kegiatan ini memberikan bantuan Sembako bagi masyarakat perbatasan yang diambil menggunakan kupon.

“Ada 500 paket Sembako yang dibawa untuk masyarakat, serta ada tas sekolah Bela Negara untuk pelajar,” tambahnya.

Pada hari sebelumnya, Brigjend TNI Binarko menyebutkan digelar sosialisasi Bela Negara di Kantor Camat Entikong.

Sosialisasi tersebut diikuti 100 orang peserta dari lima kecamatan.

Sosialisasi Bela Negara ini sengaja menyasar sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat agar bisa menjadi stimulan untuk menyampaikan semangat Bela Negara ke masyarakat.

Baca: POTRET Unik dan Langka saat Upacara Dirgahayu RI, Genangan Air hingga Panjat Tiang Bendera

Baca: SOSOK Jadi Sorotan saat Upacara Kemerdekaan RI 2019! Pembawa Bendera Hingga Profil Komandan Upacara

“Masyarakat sebesar ini rawan paham radikalisme juga rawan narkoba, nah siapa bentengnya tentu tidak hanya aparatur negara tapi seluruh masyarakatlah yang bisa menjadi benteng,” harapnya.

Tentunya dengan adanya sosialisasi Bela Negara ini diharapkan ada kesadartahuan dari masyarakat, agar memahami yang mengamankan negara dan bangsa ini adalah semua warga negara sebagai amanat dari Undang-undang agar seluruh masyarakat harus ikut andil dalam membela negara.

“Perbatasan ini adalah pintu gerbang, garda terdepannya masyarakat sehingga sesuai tagline nasional yaitu SDM Unggul Indonesia Maju maka kita bekali terus menerus pemahaman Bela Negara ini,” tuturnya.

Dalam kegiatan sosialisasi itu, dirinya juga bercerita kepada masyarakat atas pembangunan perbatasan negara yang sudah luar biasa saat ini, meski diakuinya pembangunan memang bertahap tidak bisa sekaligus selesai namun masyarakat tidak perlu lagi menganggap kurang diperhatikan negara.

“Saya dari tahun 80an di sini. Dari mulai Pos (PLBN) di sini tidur masih pakai bambu hingga saat ini sudah megah seperti ini artinya kita merangkak ke arah lebih baik,”

Dirinya meminta jangan ada lagi warga negara yang merasa tersisihkan sehingga tak perlu lagi sampai keluar ucapan kalau pembangunan tidak menyentuh daerahnya, jangan sampai terjadi masyarakat perbatasan berpikir untuk pindah negara tetangga.

Selain pembagian Sembako bagi warga perbatasan, Kemenhan juga memberikan bantuan dua buah genset dan dua buah jet pump, yang masing-masing diperuntukkan di Kantor Camat Entikong dan Rumah Pintar. Sedangkan untuk sarana olahraga diberikan kepada tokoh pemuda di Kecamatan Entikong.

“Ada juga CD dan tas untuk siswa siswi SMK, SMP dan SD di Entikong,” tambahnya.

Edward, satu diantara anggota Walubi Pontianak yang turut serta kegiatan upacara bendera di perbatasan mengatakan pembagian Sembako ini dalam rangka berbagi kebahagiaan bersama warga perbatasan.

“Sembako berupa beras, minyak, gula dan lainnya untuk kebutuhan dapur, ada 500 paket yang kami bawa,” tuturnya.

Dirinya berharap dengan adanya pembagian Sembako untuk warga perbatasan dapat semakin memeriahkan suasana kemerdekaan di perbatasan negara.

Baca: Hotel Neo Ikut Berpartisipasi Menaikkan Bendera dengan Melakukan Upacara Bendera

Baca: PROFIL Putri Achzaabi Pembawa Sang Saka Merah Putih pada Upacara Pengibaran Bendera di Istana Negara

Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti Mayor Infanteri Dwi Agung Prihanto menegaskan peringatan kemerdekaan di wilayah perbatasan ini, sebagai wujud menunjukkan kemerdekaan yang diperoleh Republik Indonesia.

“Kemerdekaan direbut dengan perjuangan bangsa, sehingga kita wujudkan melalui pengibaran bendera raksasa,” katanya.

Dalam pengibaran bendera raksasa ini melibatkan masyarakat perbatasan Entikong bersama seluruh panitia baik dari TNI/Polri, ASN, petugas PLBN bahkan turut serta Tentara Darat Malaysia.

“Ini sesuatu yang positif, hubungan yang baik antara Indonesia dan Malaysia, sehingga ini merupakan bentuk respect atau penghormatan Tentara Darat Malaysia atas hari ulang tahun Republik Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Sersan Ridzuan dari Batalion 11 Resimen Askar Melayu Diraja satu diantara enam Tentara Darat Malaysia ikut serta dalam mengibarkan bendera merah putih yang berukuran 17 x 45 meter bersama Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti.

Menurutnya ini sebagai bentuk kerja sama antara dua negara yang berbatasan langsung.

“Kami mengucapkan selamat hari kemerdekaan kepada negara Indonesia ke 74,” ucapnya singkat.

Warga Entikong baru ini ikut upacara bendera di sini

Viktoria Demu satu di antara warga yang mengikuti kegiatan upacara ini mengaku senang dapat ikut serta dalam upacara kali ini.

Dirinya bahkan belum pernah mengikuti upacara bendera memperingati 17 Agustus, adanya pembagian Sembako kali ini membuatnya tertarik untuk hadir di peringatan kemerdekaan.

Baca: Peringati HUT Ke-74 RI, TNI dan Polisi Bagikan 150 Bendera di Simpang Hilir

Baca: Bupati Sintang Dukung Pembentangan Bendera Raksasa di Bukit Kelam

“Terima kasih sudah berbagi Sembako dalam 17 Agustus kali ini” ucapnya singkat.

Satu diantara Veteran yang menghadiri peringatan HUT RI ke 74, Singke masih bersemangat untuk bisa hadir dalam upacara yang berjarak 5 kilometer dari rumahnya ini.

Veteran yang berusia sekitar 70 tahun ini merupakan veteran dalam menjaga perbatasan NKRI semasa konfrontasi dengan Malaysia, dan penumpasan komunis di wilayah perbatasan.

Dalam usia negara yang sudah mencapai 74 tahun ini, dirinya menilai negara sudah sangat baik memperhatikan wilayah perbatasan yang juga merupakan kampung halamannya.

“Pembangunan sudah sangat baik, negara benar-benar terasa hadir di perbatasan negara,” katanya.

Meski begitu dirinya juga mengharapkan kelonggaran dari negara untuk di wilayah perbatasan agar barang-barang kebutuhan pokok dari Malaysia masih bisa tetap masuk karena bisa membantu menopang perekonomian masyarakat perbatasan.

Veteran yang mengharapkan adanya bantuan pemerintah untuk merehab rumah miliknya ini, juga menaruh harapan besar bagi generasi muda Indonesia dalam mengisi kemerdekaan, yang susah payah dipertahankan sejak kemerdekaan 74 tahun silam.

“Dulu saya mempertahankan kemerdekaan, giliran anak muda sekarang bantu negara untuk kemajuan Bangsa Indonesia, generasi muda harus mencintai negaranya,” pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved