Tentara di Perbatasan Indonesia dan Malaysia Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa
Upacara ini merupakan satu dari lima wilayah perbatasan RI yang turut dikelola Kemhan. di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dl
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani | Editor: Ishak
Dari perwakilan Walubi dalam kegiatan ini memberikan bantuan Sembako bagi masyarakat perbatasan yang diambil menggunakan kupon.
“Ada 500 paket Sembako yang dibawa untuk masyarakat, serta ada tas sekolah Bela Negara untuk pelajar,” tambahnya.
Pada hari sebelumnya, Brigjend TNI Binarko menyebutkan digelar sosialisasi Bela Negara di Kantor Camat Entikong.
Sosialisasi tersebut diikuti 100 orang peserta dari lima kecamatan.
Sosialisasi Bela Negara ini sengaja menyasar sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat agar bisa menjadi stimulan untuk menyampaikan semangat Bela Negara ke masyarakat.
Baca: POTRET Unik dan Langka saat Upacara Dirgahayu RI, Genangan Air hingga Panjat Tiang Bendera
Baca: SOSOK Jadi Sorotan saat Upacara Kemerdekaan RI 2019! Pembawa Bendera Hingga Profil Komandan Upacara
“Masyarakat sebesar ini rawan paham radikalisme juga rawan narkoba, nah siapa bentengnya tentu tidak hanya aparatur negara tapi seluruh masyarakatlah yang bisa menjadi benteng,” harapnya.
Tentunya dengan adanya sosialisasi Bela Negara ini diharapkan ada kesadartahuan dari masyarakat, agar memahami yang mengamankan negara dan bangsa ini adalah semua warga negara sebagai amanat dari Undang-undang agar seluruh masyarakat harus ikut andil dalam membela negara.
“Perbatasan ini adalah pintu gerbang, garda terdepannya masyarakat sehingga sesuai tagline nasional yaitu SDM Unggul Indonesia Maju maka kita bekali terus menerus pemahaman Bela Negara ini,” tuturnya.
Dalam kegiatan sosialisasi itu, dirinya juga bercerita kepada masyarakat atas pembangunan perbatasan negara yang sudah luar biasa saat ini, meski diakuinya pembangunan memang bertahap tidak bisa sekaligus selesai namun masyarakat tidak perlu lagi menganggap kurang diperhatikan negara.
“Saya dari tahun 80an di sini. Dari mulai Pos (PLBN) di sini tidur masih pakai bambu hingga saat ini sudah megah seperti ini artinya kita merangkak ke arah lebih baik,”
Dirinya meminta jangan ada lagi warga negara yang merasa tersisihkan sehingga tak perlu lagi sampai keluar ucapan kalau pembangunan tidak menyentuh daerahnya, jangan sampai terjadi masyarakat perbatasan berpikir untuk pindah negara tetangga.
Selain pembagian Sembako bagi warga perbatasan, Kemenhan juga memberikan bantuan dua buah genset dan dua buah jet pump, yang masing-masing diperuntukkan di Kantor Camat Entikong dan Rumah Pintar. Sedangkan untuk sarana olahraga diberikan kepada tokoh pemuda di Kecamatan Entikong.
“Ada juga CD dan tas untuk siswa siswi SMK, SMP dan SD di Entikong,” tambahnya.
Edward, satu diantara anggota Walubi Pontianak yang turut serta kegiatan upacara bendera di perbatasan mengatakan pembagian Sembako ini dalam rangka berbagi kebahagiaan bersama warga perbatasan.
“Sembako berupa beras, minyak, gula dan lainnya untuk kebutuhan dapur, ada 500 paket yang kami bawa,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/upacara-hut-ri-ke-74-di-wilayah-perbatasan-indonesia-yang-ada-di-entikong-kalbar.jpg)