Proficiet Suster KFS yang Merayakan Hidup Membiara
Mari kita saling mendoakan, supaya hidup bermasyarakat termasuk dalam pelayanan kita selalu menjadi rahmat
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Citizen Reporter
Komsos Keuskupan Agung Pontianak, Samuel
SINGKAWANG - Pertama-tama, mari kita ucapkan selamat kepada keluarga besar Kongregasi Fransiskanes Sambas atas perayaan 50 tahun, 40 tahun, 25 tahun dan kaul kekal kepada 13 Suster KFS yang dirayakan pada tanggal 15 Agustus 2019 di Gereja Paroki Kristus Raja Sambas yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.
Proficiet Para Suster yang Merayakan Hidup Membiara 50 tahun hidup membiara Sr. M. Paskalis, KFS dan Sr. M. Katarina, KFS. Suster yang merayakan 40 tahun membiara, Sr. M. Magdalena, KFS dan Sr. M. Katarina, KFS. Kemudian untuk suster yang merayakan 25 tahun hidup membiara Sr. M. Rosaline, KFS, Sr. M. Liydia, KFS, Sr. M. Cornelia, KFS, Sr. M. Priska, KFS., dan Sr. M. Imelda, KFS.
Kebahagiaan ini disambut lagi dengan profesi kekal empat suster muda yaitu Sr. M. Bernadetha, KFS., Sr. M. Claudia, KFS., Sr. M. Gratia, KFS dan Sr. M. Roswita, KFS.
Dalam perayaan hidup membiara kali ini, para suster mengutip kitab Mazmur 119:105 begini bunyinya "Firman-Mu itu Pelita bagi Langkahku Dan Terang bagi Jalanku."
Baca: BREAKING NEWS - Presiden Jokowi Minta Izin Pindahkan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan! Cek Daftar Lokasi
Pagi itu tepat pada pukul 09.00 wib, acara misa dilangsungkan. Acara dibuka dengan tarian pembukaan oleh orang muda katolik paroki (Karyawan/ti Rumah Sakit St. Elisabeth Sambas) Kristus Raja Sambas sembari mengiringi Mgr. Agustinus Agus bersama para konselebran 12 pastor lainnya.
Misa dipimpin langsung oleh Mgr. Agustinus Agus sebagai konselebran utama dan didampingi oleh Pastor Paroki, P. Firminus Andjioe, OFMCap dan P. Goklian, OFM ( Keuskupan Jayapura Papua) sisi kiri dan kanan, sedangkan 10 imam lainnya juga duduk didekat Altar.
Perayaan sukacita ini disambut meriah juga dari permandangan umat yang turut hadir di gereja dengan antusias.
Kemeriahan ini tambah terasa saat petugas koor dari guru-guru Amkur Sambas melantunkan pujian pembukaan dan mengiringi hikmatnya perayaan misa, yang dikoordinir oleh Sr. M. Laurentine, KFS.
Dalam pembuka misa perayaan itu, Mgr. Agus mengatakan bahwa semoga dengan adanya perayaan hidup membiara seperti ini, semoga para kaum muda tergerak hatinya dan menanggapi panggilan mereka.
"Mari kita saling mendoakan, supaya hidup bermasyarakat termasuk dalam pelayanan kita selalu menjadi rahmat," ujarnya.
Baca: VIDEO: Kalapas Kelas II A Pontianak Beberkan Kronologi Dugaan Penyelundupan Ratusan Ekstasi ke Lapas
Baca: Peringatan Dini Badan Geologi Potensi Gerakan Tanah di Jawa Timur: Bangkalan, Lamongan hingga Malang
Panggilan memang merupakan sebuah misteri yang tidak diduga dan disangka oleh manusia. Mgr. Agus pernah mengatakan bahwa, jika sudah dipilih Tuhan, maka tidak satupun dapat menolak misteri panggilan itu. Entah itu dari keluarga yang kaya, maupun yang kampung sekali.
Sama halnya dalam pesta syukur hidup membiara ini. Dalam homili Uskup Agus, ia mengatakan kepada umat,
Memang terkadang, para suster terdengar ‘menyeramkan’; alias pemarah, namun karya mereka sangat mulia dan nyata.
Karya mereka mengedepankan kepentingan banyak orang, tanpa harus melihat agama, suku dan latar belakang keluarga.