Mifip Akan Dipasarkan Melalui 7.000 Tenaga Pemasaran Manulife

memberikan benefit pembayaran hingga enam kali jumlah premi yang dibayarkan. Lalu, keleluasaan bagi nasabah untuk menentukan usia mapan (fleksibel)

Mifip Akan Dipasarkan Melalui 7.000 Tenaga Pemasaran Manulife
TRIBUN/FILE
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland berbincang-bincang disaksikan oleh General Manager Agency John Curtis (kanan), Chief Agency Officer Jeffry Kie (kiri), Head of Product Richard A sondakh (kedua kanan) dan nasabah saat memperkenalkan solusi perlindungan MiFuture Income Protector (MiFIP) di Jakarta, Kamis (15/8/2019). 

Mifip Akan Dipasarkan Melalui 7.000 Tenaga Pemasaran Manulife

JAKARTA - Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie menjelaskan, Mifip dijual lewat jalur distribusi keagenan. Saat ini, sekitar 7.000 tenaga pemasaran di 25 kantor pemasaran Manulife siap memasarkan Mifip.

“Lewat MiFIP, masyarakat tidak perlu khawatir akan income tetap, terutama ketika mereka sudah tidak lagi bekerja,” ujar dia.

Baca: Manulife Rilis Mifip, Putus Generasi Sandwich

Baca: Sultan Hamid II Gagal Raih Gelar Pahlawan Nasional, Donny Iswara Sampaikan Hal Ini

Sejumlah keunggulan Mifip adalah, memberikan benefit pembayaran hingga enam kali jumlah premi yang dibayarkan. Lalu, keleluasaan bagi nasabah untuk menentukan usia mapan (fleksibilitas) dan besaran dana mapan yang diinginkan.

Selain itu, adanya kemudahan Underwriting, dan kemudahan bagi nasabah untuk memilih dalam mata uang Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.

Setidaknya, nasabah akan mendapatkan hingga 800% dari dana mapan yang dibayarkan. Soalnya, ada manfaat pembayaran tunai usia mapan yakni 100 persen dana mapan dibayarkan sekaligus ketika mencapai usia mapan.

Lalu adanya manfaat pembayaran tunai tahunan. Yakni, sebesar 400% dana mapan yang dibayarkan selama 20 tahun. Kemudian, manfaat akhir masa perrtanggunan di mana 200% dana mapan dibayarkan sekaligus. Kemudian adanya manfaat meninggal dunia karena kecelakaan yakni 100% dana mapan diberikan.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan besarnya generasi sandwich menunjukkan literasi keuangan di Indonesia perlu ditingkatkan. Menurut Ryan, produk terbaru itu sebagai upaya Manulife meningkatkan literasi keuangan di Tanah Air.

Dia menjelaskan, populasi Indonesia mencapai 265 juta jiwa, sedangkan penetrasi asuransi masih sangat kecil yakni 1,3 persen. “Ini peluang besar bagi kami. Produk Mifip ini sebagai upaya kami meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia atas proteksi. Sebab, setiap orang butuh asuransi,” kata dia.

Menurut Ryan Charland, produk Mifip menolong masyarakat Indonesia. Selama 34 tahun berada di Indonesia, Manulife berkomitmen memudahkan kehidupan masyarakat, termasuk di hari tua.

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi OJK I Wayan Wijana mengakui, literasi atau kesadaran masyarakat terhadap produk asuransi terhitung rendah. OJK mencatat, tingkat literasi masyarakat pada produk-produk asuransi masih berada di angka 11 persen dari total penduduk Indonesia.

Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan AAJI Maryoso Sumaryono mengatakan, industri asuransi saat ini perlu mendapatkan perhatian lebih. “Karena sekarang penetration rate asuransi jiwa di Indonesia termasuk yang terendah di Asia Tenggara," ujar Maryoso.

Berdasarkan data AAJI, penetrasi asuransi jiwa pada 2018 tercatat sebesar 1,3%, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,4%. (nin)

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved