Sultan Hamid II Gagal Raih Gelar Pahlawan Nasional, Donny Iswara Sampaikan Hal Ini

Sultan Hamid II Gagal Raih Gelar Pahlawan Nasional, Jubir Kesultanan Pontianak Sampaikan Hal Ini

Sultan Hamid II Gagal Raih Gelar Pahlawan Nasional, Donny Iswara Sampaikan Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sekretaris Sultan Pontianak sekaligus Juru Bicara Sultan Pontianak, Muhammad Donny Iswara 

Sultan Hamid II Gagal Raih Gelar Pahlawan Nasional, Donny Iswara Sampaikan Hal Ini

PONTIANAK - Sekretaris Sultan Pontianak sekaligus Juru Bicara Sultan Pontianak, Muhammad Donny Iswara mengaku tak terkejut dengan penolakan pemerintah Republik Indonesia atas pengajuan gelar pahlawan terhadap Maulana Seri Sultan Syarif Abdul Hamid Alkadrie atau akrab dikenal dengan nama Sultan Hamid II.

"Bukan pertame kalinye penolakan itu tu," ujarnya kepada Tribun, Kamis (15/8/2019)

Donny Iswara menerangkan diantara semua kasus yang dituduhkan kepada Sultan Hamid II (SH II) dulu, tidak satupun SH II diputuskan bersalah sebagaimane delik yang masih dituduhkan sampai hari ini kepadanya. 

SH II dipenjarekan dengan tuduhan rencana Pembunuhan tiga menteri dimane rencana tersebut dibatalkan sendiri.

Sementare saat itu situasi dan kondisinya sedang berada di dirumah sendiri di Jakarta dan dalam keadaan emosi akibat kejadian pembumi hangusan beberape lokasi termasuk otoritas Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) di Pontianak dan juga bukan sedang mengumpulkan petinggi militer untuk merencanekan pembunuhan

Baca: Polda Kalbar Tangani 26 Kasus Karhutla, Ini Rinciannya

Baca: Cuaca Kayong Utara Kamis Malam, Ini Prediksi BMKG

"Make setelah pernyataan emosional tersebut beliau sendiri tidak menindaklanjutinya dan belum ade dalam KUHP atau hukum kolonial yang dipakai ketika itu, seorang yang sedang emosi, lalu mengeluarkan perkataan emosional tetapi tidak melakukan/merealisasikan perkataan tersebut, bise ditindak hukum," paparnya.

Begitu juga kasus persidangan 25 Maret 1953 lalu, Sultan Hamid II dibebaskan atas tuduhan keterlibatan peristiwa westerling dibogor, upaya pemberontakan dll yang cobe dipaksakan ketika itu. 

"Beliau dipenjare karne rencane yang tidak pernah dilaksanekannye, karne itu emosional sesaat," terang Donny Iswara.

Dirinya menilai  pemenjaraan SH II saat itu sangat politis mengingat beliau dikondisikan oleh oknum-oknum politisi pada mase itu sebagai musuh politik bung karno. 

"Fakta-fakta persidangan SH II maseh bise dilihat di _Process Sultan Hamid II_ yang diterbitkan oleh Persadja Jakarta," ujarnya.

Ia menilai bisa dikatakan Hampir semua presiden RI yang menjabat, tidak akan pernah mau mengungkap fakta dibalik persidangan Sultan Hamid II disebabkan itu aib yang akan mempermalukan negara sebab konspirasi yang dilakukan terhadap SH II untuk menjegal karir politiknya kemudian memisahkan dari rakyat kalbar dan keluarganya dan secara bersama menghapus jasa-jasanye kepada negara terkait Pengakuan Kedaulatan RI dan Lambang Negara.

Terdapat kutipan dari Pleidoi SH II didepan Hakim Mahkamah agung 'Saya tidak akan mengatakan, bahwa di dalam pergulatan itu saya akan ada dalam pihak yang menang, akan tetapi pasti ialah, bahwa RI oleh karenanya akan menghadapi kesulitan-kesulitan yang tak terhingga.

"Itu tersirat seperti kutukan Republik Indonesia yang disampaikan melalui pledoinya didepan muka persidangan," ujarnya

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved