Kota Singkawang Miliki Inflasi Terendah se-Kalimantan

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Singkawang pada bulan Juli, dari 82 Kota IHK di Indonesia tercatat 55 kota

Kota Singkawang Miliki Inflasi Terendah se-Kalimantan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Berita Resmi Statistik (BRS) Inflasi, Ekspor Impor, Pariwisata dan Nilai Tukar Petani di Ruang Rapat BPS Provinsi Kalbar, Jumat (1/2/2019). 

Kota Singkawang Miliki Inflasi Terendah se-Kalimantan

SINGKAWANG - Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Singkawang pada bulan Juli, dari 82 Kota IHK di Indonesia tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi.

Dari sembilan kota di pulau Kalimantan, tercatat tiga kota mengalami inflasi dan enam kota mengalami deflasi.

"Inflasi terendah terjadi di Kota Singkawang sebesar 0,13% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 139,61,” kata Kepala BPS Kota Singkawang Firmansyah, Rabu (14/8/2019).

Inflasi terjadi karena kenaikan indeks pada empat jenis kelompok pegeluaran dan penurunan indeks pada tiga jenis kelompok pengeluaran.

Baca: Anggota Polsek Batang Tarang Lakukan Kampanye Karhutla

Baca: Bupati Sintang Kukuhkan 31 Paskibraka Sintang

Baca: Rangkaian HUT RI, Bupati Sintang Jarot Winarno Pimpin Anjangsana ke Dua Tempat

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,17%, sandang 0,45%, kesehatan 0,62%, sedangkan pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 2,88%.

Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah bahan makanan sebesar 0,20%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,03%.

"Sedangkan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks 0,37%," ujarnya.

Firmansyah mengatakan beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga tertinggi secara berurutan pada Juli 2019 adalah pir, tomat sayur, ketimun, apel, kacang panjang, cabai merah, cabe hijau, sekolah menegah atas, cabai rawit, pelembab, sekolah menengah pertama dan kol putih.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, adalah ayam hidup, wortel, jeruk, daging ayam ras, cumi-cumi, telur ayam ras, jagung manis, bihun, ikan kembung, angkutan udara, daging babi, lipstik dan udang basah.

Tingkat inflasi tahun kalender (Juli 2019) adalah sebesar 2,42. Tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2019 terhadap Juli 2018) adalah sebesar 1,83%.

“Tingkat inflasi tahun kalender pada periode yang sama untuk tahun kalender 2017 dan 2018 masing-masing 3,61% dan 3,78%. Dan inflasi tahun ke tahun (Juli 2017 terhadap Juli 2016) dan (Juli 2018 terhadap Juli 2017) masing-masing 4,13% dan 5,40%,” tuturnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved