Polres Kapuas Hulu Tangkap Warga Diduga Pelaku Karhutla

Pelapor melihat api sudah membesar dan sudah mejalar ke lahan lain, sehingga pelapor berusaha memadamkan api tersebut.

Polres Kapuas Hulu Tangkap Warga Diduga Pelaku Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Putussibau Selatan. 

Polres Kapuas Hulu Tangkap Warga Diduga Pelaku Karhutla

KAPUAS HULU - Jajaran Kepolisian Polres Kapuas Hulu berhasil mengungkapkan pelaku diduga tindakan pidana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu.

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Siko menyatakan, pengungkapan kasus tersebut berdasarkan pasal 108 Jo Pasal 69 Ayat (1) Huruf ‘h’ UU RI N0.32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Dasar : LP / 71 / VIII / RES.1.13 / 2019 / Kalbar / Res KH Tanggal 11 Agustus 2019. Pasal 21, setiap orang dilarang untuk, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Jo. Pasal 40, setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar, dan paling banyak Rp 10 miliar," ujarnya kepada wartawan, Senin (12/8/2019).

Diduga pelaku pembakar hutan dan lahan yaitu, PU (30) merupakan warga Embaloh Hulu. Tempat kejadian Kecamatan Embaloh Hulu.

Baca: Jelang Perayaan Idul Adha, Polisi Pantau Ketersediaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Kapuas Hulu

Baca: Lahan Gambut di Kalis Terbakar, Ini Penjelasan Kapolres Kapuas Hulu

"Barang bukti yang berhasil kami amankan seperti, 3 potongan kayu sisa pembakaran lahan. Terus, 1 buah korek api merk Tokai dan 1 potongan bambu yang dibuat jadi obor untuk menyulut yang akan dibakar," ucapnya.

Sedangkan kronologisnya kejadian, pada Rabu (31/7/2019) pukul 20.00 WIB pelapor bersama dengan anggota Polsek Embaloh Hulu sedang standby di kantor, namun tiba-tiba ada datang anggota masyarakat yang memberi tahu bahwa di Dusun Talas, Desa Pulau Manak, Kecamatan Embaloh Hulu, yakni di lahan miliknya diduga pelaku sudah membesar, dan sudah menjalar ketempat lahan orang lain.

Pelapor bersama dengan anggota lainnya langsung pergi ke lahan yang terbakar tersebut, pada saat pelapor sampai di lahan milik terduga pelaku.

Baca: Peringatan Dini, Prakiraan Cuaca Kapuas Hulu Berpotensi Hujan

Baca: Sosialisasi Hewan Layak Kurban, Ini Penjelasan Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu

Pelapor melihat api sudah membesar dan sudah mejalar ke lahan lain, sehingga pelapor berusaha memadamkan api tersebut.

Dalam beberapa saat api tersebut bisa dipadamkan, akan tetapi setelah beberapa waktu kemudian api tersebut hidup kembali dan membakar lahan dengan luas lebih dari 2 hektare.

"Saat ini diduga pelaku sudah kami tangkap dan diamankan di Mapolres Kapuas Hulu, untuk proses penyidikan lebih lanjut," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved