Polda Kalbar Tetapkan 21 Tersangka dari 15 Kasus Karhutla

Pengungkapan cukup cepat dan signifikan, 90 persen semua di periode bulan agustus ini yaitu 15 kasus.

Polda Kalbar Tetapkan 21 Tersangka dari 15 Kasus Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
‎Anggota Polda Kalbar jajaran bersama Prajurit Kodam XII TPR jajaran melakukan pemadaman api karhutla 

Polda Kalbar Tetapkan 21 Tersangka dari 15 Kasus Karhutla

PONTIANAK – Polda Kalbar terus menangani peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di Kalbar, tak hanya mengerahkan personil melakukan pemadaman tetapi juga melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus karhutla ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go menuturkan pihaknya telah mengupdate data terkait perkembangan kasus kebakaran hutan dan lahan diwilayah hukum Polda Kalbar.

Ia menuturkan untuk penanganan kasus karhutla, Polda Kalbar dan jajaran telah tangani 17 kasus karhutla dan menetakan 21 orang sebagai tersangka tindak pidana karhutla, Senin (12/8/2019)

“Pengungkapan cukup cepat dan signifikan, 90 persen semua di periode bulan agustus ini yaitu 15 kasus. Hampir seluruh Polres terdapat pengungkapan kasus karhutla. Terbanyak ada di 3 Polres yaitu Polresta Pontianak, Polres Mempawah dan Polres Bengkayang masing masing 3 kasus. Polres lainnya 1 – 2 kasus” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar saat memberikan keterangan pada Senin (12/08) siang saat di temui diruang kerjanya.

Baca: Kabut Asap! Siswa TK, PAUD, SD Kota Pontianak Besok Diliburkan

Baca: Bakar Lahan, Warga Sungai Pinyuh Divonis Satu Tahun Penjara

Kabid Humas Polda Kalbar juga menuturkan bahwa melihat kondisi asap yang terus menyelimuti wilayah Kalbar, sangat berpeluang jumlah tersangka akan bertambah. Mengingat petugas di lapangan terus bekerja, tidak hanya menghimbau dan mencegah terjadi kebakaran, juga melakukan penegakan hukum.

Sampai dengan detik ini petugas terus berupaya melakukan yang terbaik untuk menangani karhutla ini. Menurutnya juga dimomentum idul adha kemarin, jajaran kepolisian daerah Kalimantan Barat bersama sama berdoa meminta agar turun hujan.

Tersangka terancam hukuman kurungan paling singkat tiga tahun penjara dan paling lama 10 tahun penjara ditambah denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved