Minim Sentimen Market Utama Regional, Pelemahan IHSG Berlanjut

Investor asing membukukan jual bersih -Rp132,93 miliar. Nilai tukar rupiah drop -0,42% di level Rp 14.245 terhadap USD

Minim Sentimen Market Utama Regional, Pelemahan IHSG Berlanjut
ist
Ilustrasi 

Minim Sentimen Market Utama Regional, Pelemahan IHSG Berlanjut

PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah pada akhir perdagangan hari Senin (12/8/2019). Indeks terpangkas -32 poin (-0,50%) ke level 6.250.

Indeks LQ45 -0,56% ke 985. Indeks IDX30 -0,49% ke level 539. IDX80 -0,53% ke 139. Indeks JII -0,54% ke posisi 675. Indeks Kompas100 -0,39% ke 1.268. Indeks Sri Kehati -0,43 persen ke 394 dan Indeks SMInfra18 -0,25 persen ke level 337.

Baca: Selama 2019, Polres Mempawah Tangani 3 Kasus Karhutla, Satu Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

Baca: Caleg Tak Puas Penetapan Calon DPRD Terpilih, Ruhermansyah: Bawaslu Bisa Buat Laporan

Market saham regional masih sensitif terhadap sentimen perang dagang antara AS vs China. Pasar mengalami tekanan saat sesi pagi. Hal turut menjadi katalis negatif bagi IHSG meski sempat menguat saat sesi opening.

Saham-saham teraktif: MNCN, IPTV, UNTR, ERAA, FREN, ANTM, KIAS. Saham-saham top gainers LQ45: ERAA, JSMR, KLBF, EXCL, TPIA, AKRA, INDF. Saham-saham top losers LQ45: ICBP, PGAS, WSKT, INCO, INKP, ASII, BBCA.

Nilai transaksi mencapai Rp7,33 triliun. Volume trading sebanyak 176,08 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp132,93 miliar. Nilai tukar rupiah drop -0,42% di level Rp 14.245 terhadap USD (04.00 pm).

Bursa Asia

Kekhawatiran bahwa perang dagang AS-China berkepanjangan mendorong ekonomi AS dan dunia ke arah resesi sehingga membebani pasar saham Asia pada perdagangan hari Senin (12/8/2019). Sentimen tersebut mengimbangi penguatan yang terjadi pada pasar saham China. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa Jepang) bergerak flat.

"Tensi perdagangan terus mendorong pergerakan pasar finansial pada akhir pekan lalu dibarengi sensitivitas pasar terhadap pemberitaan konflik dagang AS versus China," kata Jack Chambers, Analis ANZ seperti dikutip CNBC .

Menurutnya salah satu risiko penekan pasar adalah saat Presiden AS Donald Trump memperingatkan negosiasi konflik dagang pada bulan depan mungkin tidak terjadi.

Halaman
12
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved