Para Diplomat Kementerian Luar Negeri Dapat Pembekalan Ilmu dan Informasi

Bertempat di gedung kantor gubernur Nusa Tenggara Barat, pada hari kamis, tanggal 8 Agustus 2019, rombongan 17 orang peserta Diklat Berjenjang

Para Diplomat Kementerian Luar Negeri Dapat Pembekalan Ilmu dan Informasi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pembekalan Ilmu dan Informasi Bagi Diplomat Kementerian Luar Negeri 

Citizen Reporter
Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri
Windu Setiyoso

Para Diplomat Kementerian Luar Negeri Dapat Pembekalan Ilmu dan Informasi 

PONTIANAK - Bertempat di gedung kantor gubernur Nusa Tenggara Barat, pada hari kamis, tanggal 8 Agustus 2019, rombongan 17 orang peserta Diklat Berjenjang Fungsional Diplomat pada Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan 62.

Para diplomat Kementerian Luar Negeri telah diterima dengan hangat oleh Ir. H. Ridwan Syah selaku Asisten ll Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan mewakili Gubernur NTB Dr. H. Zukieflimansyah SE, M.Sc, didampingi jajaran Biro Perekonomian, Dinas Nakertrans, Dinas Perdagangan, Dinas Penanaman Modal Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam perkenalanya, Drs. Pof Yusuf dari UPT Sesparlu Kementerian Luar Negeri selaku pimpinan rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ke NTB antara lain untuk memperkuat kompetensi leadership dan innovation di luar kelas.

Baca: Tenaga Dokter Spesialis RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin I Kayong Utara Kosong

Baca: STIK Gelar Kegiatan Penelitian Desain Seleksi Pendidikan Pengembangan di Polres

Baca: FOTO: Siswa SD Pakai Masker Akibat Asap dari Karhutla di Wilayah di Kalimantan Barat Semakin Tebal

Antara lain menyelenggarakan field visit ke daerah berpotensi ekonomi besar seperti NTB untuk mendapatkan bahan masukan dalam rangka policy recommendation terkait diplomasi ekonomi dan kemaritiman. 

Diharapkan informasi dan rekomendasi kebijakan ini akan berguna pada saat para diplomat senior ini saat akan melaksanakan penugasan di Perwakilan RI di luar negeri dan mempromosikan kesiapan Provinsi NTB menerima investasi dari asing.

Permasalahan utama di NTB saat ini menurut Asdep ll adalah tingginya tingkat kemiskinan dimana secara provinsi, angka kemiskinan di NTB sebesar 14.05% sementara angka kemiskinan secara nasional sebesar 9.8%. Namun demikian selama 10 tahun terakhir, NTB termasuk provinsi paling progresif dalam upaya memerangi kemiskinan. 

Pembangunan di NTB secara garis besar bertumpu pada sektor pertanian dan pariwisata. Dijelaskan bahwa investasi yg masuk sekitar 10 tahun lalu hanya sebesar 1/2 triliun rupiah, sementara sekarang investasi yang masuk di bidang pariwisata telah mencapai 15 triliun. 

Dari sektor pertambangan, PT Newmont Sumbawa dan sektor Pariwisata di wilayah Mandalika yg sejak 3 tahun terakhir berkembang pesat dan direncanakan akan jadi tuan rumah motor GP 2021 maka  jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2018 meningkat sebanyak 4 juta kunjungan yang jika dilihat dari 10 tahun yang lalu telah naik 8 kali lipat dimana 50% wisatawan berasal luar negeri sementara sisanya dari dalam negeri. 

Untuk destinasi unggulan NTB yang sedang dikembangkan dan dipromosikan adalah Mandalika, Gili Trawangan, Gili Meno, Gili air, area  pantai Senggigi dan pulau Moyo di Sumbawa. 

Ada fakta menarik untuk pulau moyo ini dimana Lady Diana semasa hidupnya saat galau dengan dunia percintaannya, dirinya sempat menyepi di pulau Moyo. Demikian juga dengan para pesohor dunia lainnya seperti Mick Jagger.

NTB juga memiliki 2 geopark yakni UNESCO global geopark Rinjani di Lombok dan Geopark Tambora di Sumbawa dimana pada saat gunung ini meletus, abu letusan nya sampai di Eropa pada tahun 1885 yang mengakibatkan gagal panen di Eropa dan kekalahan Napoleon Bonaparte. 

Saat ini NTB tengah mengembangkan eco-tourism dan sektor pertambangan yang dibatasi disesuaikan dengan daya dukung dan daya lingkungan. 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved