Selamatkan Dugaan Pelantaran Anak di Kapuas Hulu, Polisi Beberkan Hal Ini

Atas peristiwa itu, jelas Slamet Riyadi, Selasa (6/8/2019) pukul 22.00 WIB melakukan kordinasi dengan baik.

Selamatkan Dugaan Pelantaran Anak di Kapuas Hulu, Polisi Beberkan Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Petugas gabungan saat menemukan dugaan penelantaran anak, yang sedang tidur di kolong rumah Dusun Danau Tuak, Desa Sibau Hulu Kecamatan Putussibau Selatan. 

Selamatkan Dugaan Pelantaran Anak di Kapuas Hulu, Polisi Beberkan Hal Ini

KAPUAS HULU -  Kasat Sabhara Polres Kapuas Hulu, AKP Slamet Riyadi menyatakan kalau anak buahnya telah mendapatkan laporan dari warga Sibau Kecamatan Putussibau Selatan, bahwa ada dugaan penelantaran anak dan kekerasan fisik pada anak tersebut.

 "Kasus dugaan penelantaran anak tersebut, terjadi di RT III, RW II, Dusun Danau Tuak, Desa Sibau Hulu Kecamatan Putussibau Utara," ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).

Dimana gadis malang penderita cacat fisik bernama Martina Tungkok ini beberapa hari terakhir ini tidur di bawah kolong rumah warga dan tidak jarang mendapatkan dugaan perlakuan kasar dari paman bibi korban.

Atas peristiwa itu, jelas Slamet Riyadi, Selasa (6/8/2019) pukul 22.00 WIB melakukan kordinasi dengan baik.

Barulah angota Kepolisian bersama Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Kapuas Hulu langsung menuju Sibau Hulu untuk melihat dan menolong korban.

Baca: Bawaslu Singkawang Catat 3.348 APK Pada Pemilu 2019

Baca: Mantan Bupati Sambas Burhanudin: Poltesa Hadir Untuk Tingkatkan IPM Sambas

"Setelah bertemu dan melakukan kordinasi dengan RT setempat, dan petugas menuju rumah Paman dan bibi korban dan bertanya tentang keberadaan Martina Tungkot. Lalu petugas menyisir kolong rumah warga, dan benar menemukan korban tertidur dibawah kolong rumah warga, dengan keadaan sangat mengenaskan dimana Martina tidur hanya beralaskan tanah," ucap Slamet Riyadi,

Dengan kondisi sekujur tubuh korban mengalami luka lebam, atas dasar kemanusian selanjutnya petugas bersama RT sepakat membawa korban ke RSUD Diponegoro Putussibau, untuk dilakukan pengobatan.

"Saat ini Martina Tungkot sudah mendapatkan pengobatan dan dirawat inap diruangan Boegenvil kelas III semoga cepat pulih," ujar Slamet Riyadi,

Menurut keterangan warga setempat, kata Kasat bahwa Martina Tungkot gadis malang penderita cacat fisik ini sebelumnya sering mendapat perlakuan kekerasan fisik dari paman dan bibinya. Dengan cara memukul dan menendang korban dan menelantarkannya.

"Jikalau warga menegur  terhadap tindakan tersebut paman dan bibinya marah, karena tidak tahan melihat warga memberanikan diri melapor kepada Petugas Kepolisian," ungkap Slamet Riyadi.

-- 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved