Citizen Reporter

Pengoptimalan Hutan Desa Menuju Desa Mandiri

pihaknya telah menyiapkan dana DAK yang akan digunakan untuk pembelian sarana dan prasarana mendukung perhutanan sosial

Pengoptimalan Hutan Desa Menuju Desa Mandiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Cross check dan pengambilan titik koordinat di kawasan hutan yang diusulkan untuk perhutanan sosial (hutan desa) di desa Sekabuk Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. 

Pengoptimalan Hutan Desa Menuju Desa Mandiri

Citizen Reporter
Lembaga Gemawan

MEMPAWAH - Kasi Penyiapan Hutan Desa KLHK, Irwan Hermawan melakukan verifikasi teknis (vertek) di dua desa di kabupaten Mempawah, yakni Desa Sekabuk dan Desa Suak Barangan Kecamatan Sadaniang dengan didampingi oleh lembaga Gemawan sebagai pendamping usulan hutan desa serta dinas kehutanan provinsi Kalbar dan BPKH Kabupaten Mempawah yang dilaksanakan selama dua hari, pada Sabtu (3/8/2019) dan Senin (5/8/2019).

Dengan program perhutanan sosial masyarakat yang berada di kawasan hutan akan diberikan hak kelola selama 35 tahun.

Artinya segala potensi yang terdapat dalam hutan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, baik itu madu, rotan ataupun buah-buahan.

Selain memberikan hak kelola, hal ini juga bertujuan agar masyarakat yang tingggal di sekitar kawasan hutan dapat mengoptimalkan potensi hutan yang ada dan diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca: VIDEO: Diskusi Program Pro-IkQlued Yappika ActionAid dan Gemawan Sambas

Baca: Gemawan Akan Petakan Masalah Anak Putus Sekolah di Sambas

"Jadi ini usulan Hutan Desa hanya untuk hak kelola saja, selama 35 tahun. Dan jelas ini bukan hak kepemilikan karena kawasan hutan merupakan tanah negara, dan mereka hanya diberi akses kelola saja" ucapnya dalam press rilis yang disampaikan pada Rabu (7/8/2019).

Selama 35 tahun itu, pihaknya akan mengevaluasi setiap lima tahun sekali.

Terutama terkait dengan perkembangan kelola yang dilakukan oleh masyarakat di dalam kawasan hutan ini, turun naiknya kualitas kawasan hutan.

Vertek ini merupakan cross check oleh tim teknis di lapangan, terutama mengenai syarat administrasi seperti struktur keanggotaan Lembaga Pengelola Hutan Desa yang akan menjadi lembaga pengelolaan, surat-menyurat usulan hutan desa serta mengecek langsung kawasan yang dijadikan Hutan Desa.

Baca: Gemawan Temukan Dua Persen Anak Putus Sekolah Usia SD di Sambas

Baca: Gemawan Temukan Dua Persen Anak Putus Sekolah Usia SD di Sambas

Halaman
1234
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved