Kolaborasi BI-Dinas Pangan Bantu Gapoktan Serap Gabah dan Bisa Jual Beras Seharga Rp 8.800

Bank Indonesia membuat program untuk menyerap gabah milik gabungan kelompok tani (Gapoktan)

Kolaborasi BI-Dinas Pangan Bantu Gapoktan Serap Gabah dan Bisa Jual Beras Seharga Rp 8.800
TRIBUNPONTIANAK/Nina Soraya
Masyarakat antusias membeli produk pangan yang dipamerkan di stan Toko Tani Indonesia Center di Pameran Hari krida Pertanian (HKP) ke-47 serta Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan serta Peringatan Hari Pangan Sedunia, di Sambas, Minggu (4/8/2019) 

Kolaborasi BI-Dinas Pangan Bantu Gapoktan Serap Gabah dan Bisa Jual Beras Seharga Rp 8.800

SAMBAS - Harga komoditas pangan yang berfluktuasi dapat merugikan petani, pelaku distribusi, dan konsumen baik secara ekonomi maupun kesejahteraan. Bagi Bank Indonesia ini merupakan ancaman nyata bagi inflasi terutama yang datangnya dari komoditas volatile food.

Maka pada 2013 lalu, Bank Indonesia membuat program untuk menyerap gabah milik gabungan kelompok tani (Gapoktan). Alasan lainnya ungkap Manager Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Djoko Juniwarto, bahwa selama itu banyak gapoktan yang menjual gabah tak mendapatkan keuntungan.

"Yang BI lakukan adalah dengan memberikan bantuan mesin penggiling padi. Nah, para gapoktan ini yang menyerap langsung beras petani dan mereka sekarang bisa jual dalam bentuk beras atau tidak lagi hanya dalam bentuk gabah," ujar Djoko yang ditemui dalam Pameran Hari krida Pertanian (HKP) ke-47 serta Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan serta Peringatan Hari Pangan Sedunia, di Sambas, Minggu (4/8/2019).

Baca: Doa Buka Puasa dan Keutamaan Puasa 9 Hari Sebelum Idul Adha atau Hari Raya Haji 10 Dzulhijjah

Baca: Gubernur Kalbar Hadiri Kegiatan Hari Puncak KTNA, Hari Gotong Royong di Kabupaten Sambas

Baca: Tarian Pelajar Meriahkan Puncak Acara BBGRM, HKG, HKP dan Harganas Kalbar di Sambas

Tak berhenti di situ dengan mengandeng Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar menjalankan program bernama Program Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) pada 2016.

Gapoktan diberikan bantuan dana Rp 60 juta agar mereka bisa menyerap gabah dan bisa menjual beras dibawah harga pasar. Produk beras itu dijual di Toko Tani Indonesia Center seharga Rp 8.800 per kg.

Setidaknya ada 20 Gapoktan yang tersebar di sembilan kabupaten yang tergabung dalam program tersebut. Di antaranya di Ketapang, Kayong Utara, Sanggau, Mempawah, Landak,Sambas dan lainnya.

Menariknya beras beras yang dihasilkan dan akan dijual tersebut sudah memiliki kantong atau kemasan khusus yang bermuatan 5 kg lengkap dengan cap Toko Tani Indonesia.

"Setiap Gapoktan memiliki kewajiban menyerap gabah sebesar 50 ton per tahun. Dengan dana bantuan Rp 60 juta yang diberikan Badan Ketahanan Pusat maka pusat memberikan subsidi Rp 1.200 per kgnya. Dahulunya hanya 34 ton kewajiban Gapoktan untuk menyerap namun kita lihat ini kan berhasil maka jumlah penyerapan diperbesar," ungkap Djoko.

Menurutnya tugas Bank indonesia yang ikut berperan menjaga inflasi daerah dalam batas wajar satu di antaranya dengan menjaga komoditas beras di harga yang stabil.

"Memang di Kalbar ini untuk komoditas beras sangat jarang menjadi penyumbang inflasi. Tapi, kita jangan lengah. Dalam hitungan inflasi, beras memiliki bobot besar artinya jika mengalami gangguan sedikit saja pengaruhnya langsung besar terhadap inflasi," kata Djoko.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved