Hari Pangan Sedunia, Toko Tani Indonesia Pamerkan Sembako Murah
Toko Tani Indonesia Center Kalimantan Barat turut serta mensosialisasikan program sembako murah dalam pameran Hari Pangan Sedunia
Penulis: Nina Soraya | Editor: Madrosid
Hari Pangan Sedunia, Toko Tani Indonesia Pamerkan Sembako Murah
SAMBAS - Toko Tani Indonesia Center Kalimantan Barat turut serta mensosialisasikan program sembako murah dalam pameran Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Sambas.
Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Muhammad Munsip mengatakan pihaknya menyediakan semabako murah, terutama beras yang diproduksi oleh gabungan kelompok tani di bawah binaannya dan Bank Indonesia.
Harga yang ditawarkan pun berada di bawah harga pasar. Beras misalnya dipatok Rp8.800 per kilogram. Sedangkan minyak goreng Rp10.500 per liter.
Adapun gula pasir dihargai Rp11.500 per kg. Lalu telur Rp1.250 per butir, cabai rawit Rp4.000 per ons dan cabai kering Rp4.000 per ons. Adapula bawang merah dan produk lainnya.
Baca: Sutarmidji Tinjau Titik Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar
Baca: Glorio Sanen: Pemindahan Ibu Kota/Pusat Pemerintah harus Bisa Akui Wilayah Adat
Baca: Pelaksanaan Musda, Partai Nasdem Diharapkan Jadi Partai Modern dan Menjawab Kebutuhan Demokrasi
Komoditas beras sendiri merupakan hasil produksi gapoktan sendiri. "Gapoktan sekarang kita minta untuk membeli gabah dari petani anggotanya saat panen. Lalu diolah menjadi beras dan dijual di Toko Tani Indonesia yang ada di setiap Gapoktan. Masyarakat bisa membeli beras dengan harga murah di situ," kata dia.
Saat ini, kata dia, sudah ada puluhan Gapoktan yang memiliki toko tani. Mereka tersebar di berbagai kabupaten di Kalbar. Untuk beras, setiap Gapoktan ditargetkan memproduksi beras sebanyak 50 ton per tahun.
Mereka diberi bantuan berupa subsidi harga. Apabila target tidak tercapai, maka bantuan tersebut harus dikembalikan.
Dinas PPKH juga memikiki Toko Tani Indonesia Center di areal kantornya, Jl Adisucipto, Kubu Raya. Disana dijual berbagai bahan pokok dengan harga murah. Produk-produk itu dipasok langsung oleh petani dan distributor.
"Daging beku misalnya, kita jual Rp78.000 per kg, di bawah harga pasar," ujarnya.
Program ini, kata dia, bertujuan untuk mengendalikan inflasi dari harga pangan. "Toko tani ini untuk memutus rantai distribusi, sehingga harga yang sampai ke masyarakat tidak tinggi. Ujungnya harga bahan pokok bisa stabil," tukasnya.
Di Pameran Hari Pangan sendiri, ada enam Gapoktan dari Kabupaten Sambas yang mengisi stan TTIC secara bergantian. Salah satunya Gapoktan Candra Kirana, Desa Pancur, Kecamatan Tengaran.
Ketua Gapoktan Candra Kirana Sunarto mengatakan, program TTIC sangat membantu Gapoktan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sekaligus membantu petani menjual gabah dengan harga pantas.
"Kami baru mulai bulan Maret tahun ini. Dan sudah memproduksi 27 ton lebih beras. Lumayan hasilnya karena sekarang kami bisa jual beras langsung ke konsumen juga," sebut dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/deretan-sembako-murah-yang-dipamerkan.jpg)